Rifqinizamy Karsayuda Sebut Wacana Potong Gaji Pejabat Jadi Sinyal Sense of Crisis dari Prabowo Subianto

Gaji Pekerja yang Akan Dipotong Lagi
Ilustrasi- Mata Uang Indonesia (istockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, menilai wacana pemotongan gaji pejabat negara merupakan langkah strategis untuk membangun kepekaan terhadap potensi krisis di tengah dinamika global.

Menurutnya, gagasan yang datang dari Presiden Prabowo Subianto itu bukan sekadar kebijakan fiskal, melainkan sinyal kuat agar seluruh elemen pemerintahan meningkatkan sense of crisis, terutama akibat ketidakpastian ekonomi pascakonflik di Timur Tengah.

“Kita menyadari bahwa dinamika ekonomi, terutama pascaperang di Timur Tengah, tidak mudah. Karena itu efisiensi menjadi kebutuhan kita semua,” ujar Rifqinizamy di Jakarta, Rabu.

Rifqinizamy menegaskan bahwa langkah efisiensi tidak cukup hanya dengan memangkas gaji pejabat seperti anggota DPR, menteri, hingga wakil menteri. Ia menekankan pentingnya optimalisasi seluruh anggaran pemerintah.

Menurutnya, setiap penggunaan anggaran harus memiliki output dan outcome yang jelas agar berdampak nyata terhadap pembangunan nasional.

“Yang dibutuhkan bukan hanya pemotongan gaji, tapi bagaimana anggaran bisa lebih efektif dan efisien,” jelasnya.

Baca Juga:

Menkeu Purbaya Setuju Gaji Menteri Dipotong Demi Efisiensi APBN

Ia juga menilai bahwa wacana kebijakan tersebut tidak memerlukan perubahan undang-undang. Implementasinya cukup dilakukan melalui aturan teknis di bawah undang-undang.

“Bisa melalui Peraturan Presiden atau bahkan cukup Peraturan Menteri Keuangan,” katanya.

Lebih lanjut, Rifqinizamy mengingatkan bahwa efisiensi anggaran harus dilakukan secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Ia menekankan agar kebijakan tersebut tidak berdampak negatif terhadap pelayanan publik.

“Jangan sampai efisiensi justru memperlambat pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Wacana pemotongan gaji pejabat ini pun dinilai sebagai bagian dari langkah antisipatif pemerintah dalam menghadapi potensi tekanan ekonomi global, sekaligus dorongan untuk memperkuat tata kelola anggaran negara yang lebih disiplin dan berdampak.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City