Rekayasa Lalu Lintas Sumbar-Riau Disiapkan Untuk Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran

-

Tidak ada video disisipkan.

PADANG, TEROPONGMEDIA.ID – Kepolisian Resor Lima Puluh Kota, Sumatra Barat (Sumbar) menyiapkan rekayasa arus lalu-lintas demi mengantisipasi lonjakan arus balik Lebaran 2026 untuk jalur Sumbar-Riau.

“Sebagai antisipasi lonjakan arus balik Lebaran di jalur Sumbar-Riau kami menyiapkan rekayasa arus lalu-lintas di kawasan Kelok Sembilan,” kata Kepala Kepala Unit Regident Satlantas Polres Lima Puluh Kota Ipda Yoza Prima di Padang, dikutip dari Antara, Minggu (22/3/2026).

Adapun rekayasa yang disiapkan oleh Kepolisian adalah mengalihkan arus kendaraan yang datang dari arah Sumbar menuju Riau ke jalan lama Kelok Sembilan.

Sementara itu bagi kendaraan yang datang dari arah Riau menuju Sumbar tetap melalui jembatan (Fly over) Kelok Sembilan.

Yoza menekankan rekayasa arus lalu lintas itu penting dilakukan mengingat peran Fly Over Kelok Sembilan yang menjadi penghubung arus mudik antara Sumbar dengan Riau.

Setiap kendaraan yang masuk ke Sumbar dari Riau setelah melewati perbatasan provinsi, akan melalui Kelok Sembilan serta Fly Over yang memiliki panjang mencapai 943 meter.

Baca Juga:

Puncak Arus Balik Naik Kereta ke Jakarta Diprediksi pada 24 Maret

One Way Kembali Diterapkan saat Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Ia menjelaskan rekayasa pada saat arus balik Lebaran itu sengaja dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan volume kendaraan saat arus balik.

Pihaknya memperkirakan volume kendaraan pada saat arus balik akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan arus mudik, karena mobilitas arus balik cenderung dilakukan serentak.

“Mobilitas arus balik biasanya dilakukan pada waktu yang sama karena pemudik terikat pada jadwal masuk kerja, kantor, dan lainnya, akibatnya volume kendaraan menjadi lebih tinggi,” katanya yang juga menjadi Kepala Pospam Lebaran Kelok Sembilan.

Selain itu, lanjutnya, arus balik dikhawatirkan juga akan bersinggungan dengan kendaraan di objek-objek wisata yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota seperti Lembah Harau.

Ia mengatakan pada saat arus mudik kemaren Kepolisian tidak melakukan rekayasa, karena memang belum dibutuhkan mengingat kondisi arus lalu-lintas saat itu.

“Satlantas Polres Lima Puluh Kota akan terus melakukan pemantauan kondisi arus balik, jika memang sudah dibutuhkan maka rekayasa akan diterapkan,” jelasnya.

Polisi tetap mengimbau kepada para pemudik agar berhati-hati dan selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.

“Selalu patuhi rambu-rambu dan aturan lalu lintas, jika kondisi tubuh lelah maka jangan dipaksakan untuk berkendara demi keamanan dan keselamatan,” katanya.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City