Ratusan Pendaki Gabung Kelas Mountain & Jungle Course EIGER 2024

Mountain & Jungle Course EIGER 2024
Mountain & Jungle Course EIGER 2024 (Dok. EIGER Adventure)

Bagikan

SEMBALUN, TEROPONGMEDIA.ID — Ratusan pendaki mengikuti kelas Mountain & Jungle Course EIGER 2024. Berkegiatan di alam terbuka beratap langit, beralas tanah dan hutan makin hari jadi tren yang disukai berbagai kalangan di Indonesia.

Puncak gunung yang menjulang 1.000 hingga 3.000 lebih meter di atas permukaan laut, nama-namanya semakin dikenal. Jalur pendakiannya berlomba-lomba untuk disambangi dan disyukuri keindahannya.

Akan tetapi, berkegiatan apapun di alam terbuka, mengandung dan mengundang bahaya. Bagaimana menjelajah atau mendaki aman dan nyaman?

Djukardi “Bongkeng” Adriana, pendaki senior di Indonesia sekaligus EIGER Adventure Service Team Advisor mengatakan, minimnya persiapan para pendaki gunung dan penjelajah alam terbuka akhirnya menyebabkan banyak kecelakaan.

“Pendaki tersambar petir, jatuh dari tebing, tersesat di hutan, mengalami kedinginan ekstrem akibat kurangnya peralatan dan perbekalan. Padahal seharusnya mendaki gunung itu mengajarkan kita untuk memahami dan belajar tentang kerendahan hati,” ungkap Kang Bongkeng, panggilan akrabnya, dalam keterangan yang diterima teropongmedia.id, Rabu (24/7/2024).

Menyikapi tren pendakian yang semakin populer, EIGER Adventure brand penyedia perlengkapan luar ruang asal Indonesia, kembali menyelenggarakan Mountain & Jungle Course (MJC) 2024 untuk yang ke-17 kalinya, kali ini berlokasi di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Agenda ini menjadi ruang belajar bersama, kelas untuk berlatih berkegiatan di alam terbuka.

Dari total 1.150 peserta yang mendaftar, berhasil disaring menjadi 100 peserta terpilih yang mewakili puluhan provinsi di Indonesia.

Galih Donikara, EIGER Adventure Service Team Advisor sekaligus penanggung jawab MJC 2024 menjelaskan, Rinjani menjadi lokasi karena tema pembelajaran kali ini adalah tentang dokumentasi dalam perjalanan.

“Selama delapan hari, 100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia telah berkumpul di kaki Gunung Rinjani. Materi yang disampaikan berupa teori dan praktek langsung berkegiatan di alam terbuka,” ujarnya.

BACA JUGA: EIGER Adventure Lanjutkan Konservasi 10.000 Mangrove untuk Pesisir Karawang Utara

Kelas Gunung dan Hutan atau MJC 2024 pun telah dibuka dengan upacara pembukaan, Rabu (24/7) pukul 08.30 WITA.

Galih menyampaikan agenda ini akan menekankan pada diskusi dan belajar bersama untuk mengubah sikap, membangun sikap menjadi pendaki atau petualang yang bertanggung jawab.

“Delapan hari MJC 2024 di Rinjani, EIGER mengajak seluruh peserta untuk membangun sikap bukan fisik. Satu hal yang paling bahaya dalam pendakian itu adalah sikap sombong kita. Seolah kita menaklukkan gunung, padahal alam itu tidak bisa ditaklukkan, yang harus diredam dan ditaklukkan adalah diri sendiri,” tegas Galih.

Berbagai pemateri didatangkan EIGER dari berbagai daerah dan latar belakang. Sebelumnya, kelas online pun sudah dilakukan sebagai bekal awal.

Ketika tiba di kaki Rinjani, 100 peserta asal berbagai daerah bertemu dengan pemateri lalu melengkapinya dengan simulasi dan praktek langsung.

Total sebanyak sembilan orang pemateri dengan latar belakang profesional, berlatih bersama dari lembah hingga puncak Rinjani.

“Sembilan orang pemateri datang dengan latar bermacam-macam. Sebagian ada yang sudah menuntaskan tujuh puncak dunia atau seven summiteers. Kesempatan untuk berbagi pengalaman, edukasi dan mengubah sikap dalam mempersiapkan perjalanan dengan matang, agar aman dan nyaman,” tegas Galih.

Setelah matang secara materi teori dan praktek, 100 orang pendaki akan melakukan simulasi final dengan mendaki sejumlah bukit di sekitar Rinjani, yakni Bukit Pergasingan, Bukit Anak Dara, Bukit Kanji, dan Bukit Dandaun.

“Puncak dari rangkaian Mountain & Jungle Course EIGER 2024 akan dilakukan di hari Minggu (28/7). Total 100 peserta akan melakukan pendakian bersama menuju puncak Rinjani dengan melalui rute Sembalun juga Sajang, melakukan upacara bersama di puncak, sampai turun kembali melalui Torean pada Rabu (30/7) dengan total perjalanan 3 hari 2 malam,” jelas Galih.

Seluruh proses berlatih, berbagi pengalaman dan praktek langsung akan menerapkan pengetahuan ekspedisi yang telah dipelajari sebelumnya di dalam kelas.

“Kombinasi antara berbagai materi perlengkapan dan perbekalan, zero waste adventure, dokumentasi ekspedisi, membangun jaringan komunikasi, navigasi darat, penanganan medis kala darurat, sampai urusan survival sederhana di alam terbuka. Materi ini diharapkan membawa pengalaman berharga dan dapat disebarkan ke kawan-kawan petualang lain,” pungkas Galih.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Swasembada energi
Strategis Menuju Masa Depan Berkelanjutan Dengan Swasembada Energi dan Budaya Ciptagelar
Mendes Yandri Susanto Bisa Dijerat UU Tipikor
Haidar Alwi: Mendes Yandri Susanto Bisa Dijerat UU Tipikor
Ahmad Dhani
Ahmad Dhani Tegaskan Bayar Royalti Lagu 'Gua Transfer Langsung'
Wakil Wali Kota Bandung Minta DSDABM Buatkan DED untuk Atasi Banjir
Wakil Wali Kota Bandung Minta DSDABM Buatkan DED untuk Atasi Banjir
ODGJ nyaris terlindas
Polisi Berhasil Selamatkan ODGJ yang Nyaris Terlindas Kendaraan
Berita Lainnya

1

Daftar Pajak Isuzu Panther, Semua Tipe Lengkap!

2

Daftar Pajak Kijang Diesel, Semua Tipe Lengkap!

3

Inflasi Kota Bandung Hingga 10 Persen Akibat Lonjakan Harga Jelang Ramadan

4

Peluncuran Bank Emas, Prabowo: Pertama dalam Sejarah Bangsa Indonesia

5

Kulineran di Bandung? Ini 5 Street Food yang Wajib Kamu Datangi
Headline
55 Rumah Terdampak Pergerakan Tanah Terjadi di Kampung Margamulya Tasikmalaya
90 Rumah Terdampak Pergerakan Tanah di Kampung Margamulya Tasikmalaya
Pemkot Bandung Bakal Larang Kegiatan Sahur On The Road
Ramadan Nanti, Pemkot Bandung Bakal Larang Kegiatan Sahur On The Road
Real Madrid
Real Madrid Unggul Tipis Atas Sociedad di Copa del Rey 2024/2025
Manchester United
Laga Dramatis Liga Inggris, Manchester United Taklukan Ipswich Town 3-2

Dapatkan fitur lebih lengkap di aplikasi Teropong Media.