Ramai Soal Avanza hingga Omoda 5 Tak Bisa Isi Pertalite, Pertamina Buka Suara

Pertalite Akan Dibatasi
Pembelian Pertalite Akan Dibatasi.(Foto: Agus Iriawan/Teropongmedia.id).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Viralnya kabar yang menyebut sejumlah mobil bermesin di atas 1.400 cc termasuk Toyota Avanza, Daihatsu Terios, Wuling Cortez, hingga Chery Omoda 5 tidak lagi boleh mengisi BBM subsidi Pertalite mulai 1 Juni 2026 dipastikan tidak benar.

Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh Pertamina Patra Niaga melalui Corporate Secretary-nya, Roberth MV Dumatubun.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan ataupun arahan resmi dari pemerintah maupun regulator terkait larangan pembelian Pertalite berdasarkan merek kendaraan atau kapasitas mesin tertentu.

“Informasi mengenai daftar merek kendaraan tertentu yang disebut tidak boleh membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 dipastikan tidak benar. Sampai saat ini tidak ada rencana maupun arahan resmi dari pemerintah dan regulator,” kata Roberth dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/5).

Roberth juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar di media sosial dan tidak langsung mempercayai atau menyebarkannya tanpa verifikasi.

Menurutnya, Pertamina Patra Niaga sebagai operator distribusi energi nasional akan selalu mengikuti kebijakan resmi pemerintah dalam menjalankan penyaluran BBM bersubsidi.

“Kami tegaskan kembali, sampai saat ini belum ada aturan atau arahan dari pemerintah terkait pembatasan Pertalite berdasarkan merek kendaraan maupun kapasitas mesin,” lanjutnya.

Isu ini ramai diperbincangkan setelah beredar unggahan di TikTok sejak Senin (18/5), yang memuat daftar 20 model mobil yang disebut tidak lagi diperbolehkan membeli Pertalite mulai awal Juni mendatang.

Beberapa nama kendaraan yang dicantumkan dalam unggahan tersebut antara lain Honda BR-V, Suzuki Ertiga, serta sejumlah model populer lain di pasar Indonesia.

Sebenarnya, wacana pembatasan kendaraan bermesin di atas 1.400 cc untuk mengakses Pertalite bukan isu baru. Diskursus ini sudah muncul sejak 2022, saat pemerintah menggulirkan rencana revisi terhadap Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014.

Kala itu, kendaraan dengan kapasitas mesin lebih besar dinilai lebih layak menggunakan BBM nonsubsidi seperti Pertamax, bukan Pertalite.

Tujuan dari usulan tersebut adalah agar subsidi energi lebih tepat sasaran dan benar-benar dinikmati masyarakat yang membutuhkan.

Namun hingga kini, revisi aturan tersebut belum diterbitkan dan belum ada keputusan resmi yang mengatur larangan kendaraan tertentu membeli Pertalite.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun