Profil Dirut Bulog Baru Bayu Khrisnamurti, Pengganti Budi Waseso

bayu khrisnamurti
Foto (Antara)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Menteri BUMN Erick Thohir, resmi menunjuk Bayu Khrisnamurti sebagai Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, menggantikan Waseso sebagai Komisaris Utama  PT Semen Indonesia Tbk (SIG).

Penunjukkan Bayu telah ditetapkan dalam Surat Keputusan Menteri BUMN nomor SK-341/MBU/12/2023 per Jumat (01/12/2023, tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perum Bulog.

Profil Bayu Khrisnamurti

Bayu Krisnamurthi, sosok yang dikenal sebagai ahli pertanian dan profesional ulung, telah menjalani karier yang cemerlang di pemerintahan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Mari kita telaah perjalanan kariernya yang mengesankan.

BACA JUGA: Wamendag Era SBY Diangkat Erick Thohir Gantikan Bos Bulog Buwas

Ia merupakan lulusan Sarjana Agribisnis hingga meraih gelar Doktoral di bidang Ekonomi Pertanian di IPB, menandakan komitmennya terhadap dunia pertanian dan ekonomi. Setelah menyelesaikan pendidikan, langkahnya tidak berhenti sebagai akademisi.

Posisi Strategis di Pemerintahan

Pada tahun 2005-2008, Bayu Krisnamurthi memulai karier di pemerintahan sebagai Staf Ahli Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Penanggulangan Kemiskinan. Keaktifannya tidak berhenti di situ; beliau kemudian menjadi Pelaksana Harian Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan.

Kepemimpinan Bayu Krisnamurthi mencapai puncaknya saat menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian pada Kabinet Indonesia Bersatu II (2009-2011). Pada Oktober 2011, beliau dipercaya menjadi Wakil Menteri Perdagangan, menggantikan Mahendra Siregar.

Selama menjabat sebagai Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi bahkan menduduki posisi Plt Menteri Perdagangan untuk beberapa waktu. Keahliannya dalam sektor ini menjadi landasan pengangkatan dan kepercayaan yang diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Tidak hanya berkiprah di kementerian, Bayu Krisnamurthi juga memiliki pengalaman panjang di Perum Bulog. Sebelum ditunjuk sebagai Direktur Utama, beliau telah menjadi Anggota Dewan Pengawas Perum Bulog dari tahun 2007 hingga 2015.

Setelah menjabat sebagai Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) pada periode 2015-2017, Bayu Krisnamurthi terus menunjukkan ketangguhan di dunia BUMN. Pada tahun 2021, beliau diamanahi sebagai Komisaris Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), yang kelak menjadi induk Holding BUMN Pangan dengan brand name ID FOOD.

 

(Saepul/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
Headline
IMG-20260725-WA0002
Wildan: Setiap Aspirasi Akan Kami Perjuangkan
IMG-20260725-WA0001
Nuryadi Tegaskan Aspirasi Warga Tak Berhenti di Reses, Siap Dikawal Hingga Masuk RKPD
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial