JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Ahrie Sonta belakangan menjadi sorotan publik setelah resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) pada Senin (6/10/2025). Di usia 44 tahun, Ahrie tercatat sebagai salah satu jenderal termuda di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Kenaikan pangkat tersebut bukan sekadar penghargaan simbolis, melainkan buah dari dedikasi, integritas, dan loyalitasnya sejak awal berkarier di Korps Bhayangkara.
Awal Karier dan Latar Belakang Pendidikan
Ahrie Sonta menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) dan berhasil menunjukkan prestasi yang konsisten sejak masa dinas awal. Berbagai penugasan strategis membuatnya dikenal sebagai sosok perwira muda yang disiplin, berintegritas, dan berwawasan luas.
Tidak hanya itu, ia juga melanjutkan pendidikan di berbagai lembaga kepolisian dan keamanan, baik di dalam negeri maupun luar negeri, untuk memperdalam pengetahuan tentang manajemen keamanan modern dan strategi penegakan hukum.
Karier yang Meroket: Dari Sekpri Kapolri hingga Ajudan Presiden
Nama Ahrie mulai dikenal publik saat ia dipercaya menjadi Sekretaris Pribadi (Sekpri) Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dalam posisi tersebut, Ahrie dikenal sebagai sosok yang cekatan, loyal, dan mampu menjaga komunikasi strategis Kapolri dengan berbagai pihak.
Puncaknya, Ahrie kemudian ditunjuk menjadi ajudan Presiden Prabowo Subianto. Penunjukan ini membuatnya semakin dikenal luas, karena posisi ajudan presiden merupakan jabatan strategis dan hanya diberikan kepada perwira terpilih. Dari lima ajudan Presiden Prabowo, Ahrie menjadi satu-satunya yang berasal dari unsur Polri, sementara empat lainnya berasal dari tiga matra Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Baca Juga:
Berkat Kinerja Menkeu Purbaya, Kursi Wamenkeu Tak Diperlukan?
KPK Masih Enggan Umumkan Tersangka Kuota Haji 2024, Sampai Kapan Publik Harus Bersabar?
Pecah Bintang di Usia Muda
Pada 6 Oktober 2025, Ahrie Sonta resmi pecah bintang dengan menyandang pangkat Brigjen. Kadiv Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho, menyebut bahwa kenaikan pangkat ini merupakan bentuk penghargaan sekaligus amanah yang harus dijaga.
“Kenaikan pangkat ini bukan sekadar simbol kehormatan, tapi juga amanah untuk terus meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Irjen Sandi dalam keterangannya.
Kenaikan pangkat di usia 44 tahun membuat Ahrie masuk jajaran jenderal muda Polri yang digadang-gadang akan memiliki peran penting di masa depan.
(Dist)

