Produser Vina: Sebelum 7 Hari Akui Ada Oknum yang Halangi Proses Syuting

Vina: Sebelum 7 Hari
(Instagram @dheerajkalwani_dee)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Produser film Vina: Sebelum 7 Hari, Dheeraj Kalwani, mengungkap bahwa ada gangguan selama proses syuting film berjalan. Dia menyebutkan, bahwa sejumlah oknum sempat mendatangi pihak keluarga mendiang Vina.

“Ada oknum yang datangi keluarga. Akhirnya keluarga kabari tim saya,” kata Dheeraj di kawasan Grogol, Jakarta Barat, Kamis (16/5).

Dheeraj mengatakan bahwa oknum tersebut memang tak meminta agar proses syuting dihentikan. Namun, oknum itu mempertanyakan mengapa pihak keluarga membiarkan proses syuting berjalan.

“Bukan meminta dihentikan secara tegas, lebih ke, dia bilang ke keluarga almarhum, ‘Kenapa film seperti ini kamu izinin untuk syuting?’,” ungkap Dheeraj.

“Sebenernya secara prosedur, kami sudah dapat izin resmi ya,” tambahnya.

Produser film Vina: Sebelum 7 Hari mengaku heran saat mendengar pernyataan tersebut. Karena pihaknya merasa sudah mengantongi izin jalannya proses syuting film tersebut. Tapi, Dheeraj tidak bisa memastikan latar belakang oknum yang memberikan intimidasi tersebut.

“Intinya sih ada oknum. Tapi dari mana, saya kurang tahu, belum dipastikan,” tutur Dheeraj.

Setelah mengetahui hal tersebut, Dheeraj meminta supaya keluarga mengarahkan oknum kepada tim produksi yang ada di lapangan.

BACA JUGA: Baru Sehari Tayang, Film Vina: Sebelum 7 Hari Tuai Pro Kontra

“Sama tim saya mereka disuruh ke lokasi syuting dan mereka di-handle sama tim saya yang di lokasi. Sekitar satu jam buat diberesin,” katanya.

Film Vina: Sebelum 7 Hari menceritakan kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Vina di Cirebon oleh geng motor. Dalam proses hukum sebelumnya, ada tiga pelaku lain yang belum terungkap dalam kasus itu.

Saat ini ketiga pelaku tersebut sudah terdaftar dalam DPO. Pengacara Hotman Paris berkomitmen untuk mendampingi keluarga Vina mencari keadilan. Hotman bahkan sudah menghubungi pihak Polda Jawa Barat untuk mempertanyakan kasus tersebut. Rupanya ada kejanggalan dalam perjalanan kasus itu.

Ada delapan pelaku mengubah BAP saat berkas dilimpahkan ke kejaksaan. Padahal pada saat BAP awal, mereka mengakui ada tiga pelaku lain dalam kasus pemganiayaan yang menyebabkan kematian Vina dan kekasihnya.

 

(Kaje/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun