Polisi Periksa 8 Dokter Terkait Kasus Anak Meninggal Usai Operasi Amandel

mati batang otak
(Bola)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Polisi akan memeriksa dokter terkait kasus Benediktus Alvaro Darren (7) yang meninggal karena diagnosa mati batang otak setelah menjalani operasi amandel di RS Kartika Husada Bekasi.

Terdapat 8 dokter yang dilaporkan keluarga korban melalui kuasa hukum ke Polda Metro Jaya terkait dugaan malpraktik.

“Pelapor, saksi, terlapor semua akan kita undang klarifikasi untuk dimintai keterangannya,” kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak.

Ade menyampaikan, pemeriksaan ini diperlukan untuk mendalami apakah ada unsur pidana di dalam kasus ini.

BACA JUGA: Usai Operasi Amandel Anak Usia 7 Tahun Meninggal Akibat Mati Batang Otak

“Dalam rangka penyelidikan yang kita lakukan untuk menemukan ada atau tidaknya peristiwa pidana yang terjadi,” ucap dia.

Orang tua A sebelumnya membuat laporan yang terdaftar nomor LP/B/5814/IX/2023/SPKT POLDA METRO JAYA tanggal 29 September 2023.

“Anak ini ada yang mengalami yang kami duga gagal penindakan, yang bisa kita anggap itu malpraktik ataupun kelalaian ataupun kealpaan,” kata kuasa hukum orang tua korban, Cahaya Christmanto Anak Ampun di Polda Metro Jaya.

Para Dokter Dilaporkan

Dokter dilaporkan melalui Pasal 62 ayat 1 Jo Pasal 8 ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 360 KUHP dan atau Pasal 361 KUHP dan atau Pasal 438 dan atau Pasal 440 ayat 1 dan 2 UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Sementara itu, RS Kartika Husada mengaku jika alat medisnya terbatas untuk melakukan penanganan terhadap korban A ini.

Komisaris RS Kartika Husada Jatiasih Bekasi, Nidya Kartika Yolanda mengatakan jika dengan keterbatasan alat tersebut pihaknya sudah mencari alternatif rumah sakit untuk memindahkan BA.Namun saat itu kondisi anak semakin memburuk sehingga mustahil untuk dipindahkan.

Ada 80 rumah sakit yang dihubungi Nidya, tapi semua menolak karena tidak menerima pasien anak. Nidya juga mengatakan bahwa penyebab meninggalnya A ini belum bisa dipastikan akibat mati batang otak. Karena menurutnya hal ini perlu diperiksa lebih lanjut.

 

 

(Kaje/Usamah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
tangerang-10k
Menabung di bank bjb Semakin Mudah Dapatkan Tiket Lari Tangerang 10K
WhatsApp Image 2026-07-20 at 12.15
Kasus Judi Online di Bojongloa Kaler Tinggi, Farhan: Penanganan Dimulai dari Keluarga
WhatsApp Image 2026-07-20 at 21.01
KDS Instruksikan OPD dan PDAM Bergerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan
Tas Eiger
Semua Tas Eiger Garansi Seumur Hidup, Dibuat Presisi dari Tenaga Terampil dan Mesin Canggih
WhatsApp Image 2026-07-20 at 20.30
BPJS Kesehatan Wilayah V Percepat Transformasi Digital, Permudah Akses Layanan JKN bagi Masyarakat Jabar
Berita Lainnya

1

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025