Polemik Gaya Pemerintahan Dedi Mulyadi, Konten Youtube Jadi Dasar Kebijakan?

dedi mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (YouTube/KDM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menjadi sorotan tajam. Forum Parlemen Jabar 2009–2014 secara terbuka menyatakan, dukungan atas langkah pimpinan DPRD Jawa Barat yang memanggil seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serangkaian kebijakan kontroversial sang gubernur.

Pemanggilan itu, menurut mereka, menjadi bentuk koreksi terhadap berbagai keputusan Gubernur Dedi yang dinilai tidak melalui prosedur formal dan justru pertama kali disampaikan melalui kanal YouTube pribadinya.

Sekretaris Forum Parlemen Jabar, Ujang Fahpulwaton, menyebut langkah DPRD sebagai sinyal bahwa lembaga legislatif tidak bisa terus-menerus diam ketika kebijakan publik ditentukan oleh algoritma konten, bukan melalui musyawarah dan mekanisme kelembagaan.

“Pemanggilan OPD ini langkah Dewan untuk memastikan, apakah kebijakan-kebijakan itu punya dasar hukum, sudah masuk anggaran, dan dibahas bersama DPRD. Atau justru keputusan sepihak yang diumumkan lewat media sosial,” ujar politisi Partai Hanura itu melansir West Java Today, Kamis (15/5/2025).

Dari Hibah Pesantren hingga Barak Militer

Menurut Ujang, sejumlah kebijakan kontroversial seperti penghentian hibah untuk pesantren, bantuan sosial untuk peserta vasektomi, pelarangan study tour, hingga pengiriman remaja bermasalah ke barak militer semuanya muncul dari konten video di kanal YouTube Gubernur Dedi Mulyadi.

“Ini negara hukum, bukan negara algoritma. Pemerintahan tidak bisa dijalankan berdasarkan konten viral. Harus ada prosedur yang jelas,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh program pemerintah yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) wajib melalui perencanaan, pembahasan bersama legislatif, dan pengawasan yang ketat.

“Kalau tidak, itu bukan efisiensi, tapi penyalahgunaan kewenangan,” ujar Ujang.

Bahkan, Forum Parlemen Jabar mendorong DPRD untuk menggunakan hak-haknya secara konstitusional bila terbukti bahwa kebijakan Gubernur tidak pernah dibahas bersama legislatif dan tidak memiliki dasar hukum.

“Kalau Gubernur jalan sendiri dan abaikan DPRD, maka Dewan berhak gunakan interpelasi, bahkan angket. Itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,” jelas Ujang.

Ia menekankan, bahwa tata kelola pemerintahan daerah adalah kerja bersama antara eksekutif dan legislatif, bukan dominasi satu pihak.

Baca Juga:

BREAKING NEWS: Tersinggung Pernyataan Dedi Mulyadi, Fraksi PDIP Walk Out dari Paripurna DPRD Jabar

Kritik Terhadap Gaya Pemerintahan Dedi Mulyadi

Ujang menyebut, gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi berbahaya bagi masa depan demokrasi lokal. Dengan memanfaatkan kanal pribadinya sebagai medium komunikasi utama, kebijakan publik rentan menjadi tontonan semata tanpa pertanggungjawaban formal.

“Rakyat mungkin merasa terhibur, tapi tugas pemerintah bukan menghibur. Pemerintahan harus melayani dengan keadilan dan transparansi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar DPRD memastikan seluruh program yang diumumkan Gubernur benar-benar dialokasikan dalam APBD 2025. Jika tidak, hal itu bisa menyesatkan OPD dan membingungkan masyarakat.

Forum mendesak agar DPRD tidak hanya memanggil OPD, tetapi juga segera memanggil langsung Gubernur Dedi Mulyadi ke forum resmi dewan.

“Ini bukan masalah personal, ini soal integritas sistem pemerintahan. Kalau tidak dikoreksi, nanti siapa pun bisa bikin aturan cuma lewat YouTube. Itu preseden buruk dan ancaman terhadap konstitusi,” tutup Ujang.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City