Pinkan Mambo Bikin Ngakak, Donat Rp 2 Juta Ditolak Mertua Lantaran Kemahalan

Pinkan Mambo
Pinkan Mambo (Instagram/@pinkan_mambo)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Penyanyi Pinkan Mambo kembali menjadi pusat perhatian publik lewat kisah lucu seputar bisnis kulinernya. Dalam acara Pagi Pagi Ambyar Trans TV, Rabu (15/10/2025), Pinkan menceritakan pengalamannya menawarkan donat buatan sendiri kepada sang mertua, Oniah.

“Mama kan tukang lemper. Dia jualannya lebih banyak, kue cucur (salah satunya),” kata Pinkan sambil tertawa.

Ia mengaku sempat meminta sang mertua untuk ikut menjual donatnya di pasar, namun ajakan itu ditolak mentah-mentah.

Harga Donat Bikin Kaget

Penolakan sang mertua rupanya bukan tanpa alasan. Oniah menilai harga donat buatan menantunya terlalu mahal untuk dijual di lingkungan pasar tradisional.

“Enggak berani, harganya aja Rp 2 juta, siapa yang mau beli? Kadang jual Rp 2.000 aja ditawar,” ungkap Oniah, membuat seluruh studio pecah tawa.

Menanggapi hal itu, Pinkan mencoba menggoda sang mertua agar mau membantu memasarkan produknya dengan harga lebih murah.

“Jual Rp 800.000 aja, Ma, kalau gitu,” celetuk Pinkan yang kembali disambut tawa para host acara.

Baca Juga: 

Usai Dihujat Pinkan Mambo Kini Kebanjiran Order Donat Sampai Waiting List Sebulan!

Harga Donat Pinkan Mambo Rp200 Ribu Bikin Geger, Food Vlogger Kritik Pedas

Rasa Donat Jadi Bahan Candaan

Keseruan berlanjut ketika pembawa acara Rian Ibram menanyakan pendapat Oniah tentang rasa donat buatan sang menantu. Dengan jujur dan santai, Oniah menjawab.

“Rasanya biasa aja sih,” yang langsung memicu tawa dari Pinkan dan suaminya, Arya Khan.

Meski penuh canda, momen itu memperlihatkan keakraban antara Pinkan dan sang mertua. Hubungan mereka tampak hangat, meskipun bisnis donat Pinkan belum tentu cocok untuk pasar tempat sang mertua biasa berjualan.

Strategi Unik Pinkan di Dunia Kuliner

Sebelumnya, Pinkan memang sempat membuat heboh publik karena menjual donat dengan harga fantastis, mencapai Rp 2 juta per kotak.

Harga tersebut sempat menimbulkan pro dan kontra di media sosial, namun banyak yang menganggapnya sebagai strategi promosi unik dari mantan personel duo Ratu itu.

Pinkan sendiri menegaskan bahwa donat buatannya menggunakan bahan-bahan premium dan dibuat dengan sepenuh hati.

“Aku bangga karena donat ini aku buat dengan cinta,” ujarnya dalam kesempatan berbeda.

Kini, Pinkan Mambo tetap aktif berjualan sambil terus tampil di berbagai program televisi. Ia memadukan dua sisi dalam dirinya: sebagai entertainer yang menghibur dan pebisnis yang kreatif.

Kisahnya di Pagi Pagi Ambyar membuktikan bahwa di balik tawa dan candaan, Pinkan tetap konsisten menjalani usaha kulinernya dengan gaya khas yang selalu mencuri perhatian.

(Hafidah Rismayanti/)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

5

Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City