BANDUNG,TM.ID: Perubahan hari jadi Persib langsung mendapat tanggapan dari berbagai kalangan. Sejumlah komentar pun hadir dikarenakan ada beberapa pihak yang setuju maupun sebaliknya.
Persib sebagai tim sudah memprediksi akan adanya gejolak soal perubahan hari jadi yang sakral tersebut. Dalam hal ini, Persib sebenarnya sudah melakukan berbagai upaya untuk menginformasikan lebih dulu kepada publik.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono menerangkan perubahan hari jadi ini bertujuan untuk mendapatkan informasi akurat melalui metode penelitian.
Pasalnya menurut Teddy, hari lahir Persib pada tanggal 14 Maret 1933 itu tidak bisa diperkuat dengan bukti yang jelas. Apalagi yang menjadi pertanyaan besar publik ialah Persib lahir 3 tahun setelah PSSI berdiri, padahal Persib masuk ke dalam tim yang membidani lahirnya PSSI di tahun 1930.
“Meskipun kita sudah melakukan FGD di bulan September dan itu sudah ada bocoran bocoran di FGD tersebut,” ujar Teddy kepada awak media.
Dalam hal ini, Teddy melanjutkan bahwa Persib tak akan melupakan seluruh kenangan manis di setiap tanggal 14 Maret. Justru tanggal itu akan terus diingat Persib sebagai bentuk besarnya animo publik sepak bola Bandung kepada tim Pangeran Biru.
Selanjutnya kata Teddy, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait hari jadi Persib yang baru. Sehingga diharapkan publik bisa menerima perubahan ini, mengingat perubahan hari jadi ke 5 Januari 1919 ini diperkuat dengan bukti yang ada dan bisa dipertanggungjawabkan.
“Pasti akan dilakukan proses komunikasi kepada publik untuk menginformasikan mengenai hari jadi ini,” tutup Teddy.
(RF/Masnur)