Perjalanan Karir Suhartoyo Sebelum Dilantik Jadi Ketua MK

Suhartoyo
(Instagram @kemensegneg.ri)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Perubahan signifikan terjadi di Mahkamah Konstitusi (MK) dengan terpilihnya Hakim Suhartoyo sebagai Ketua MK untuk masa bakti 2023-2028. Transisi ini menyusul pemecatan Anwar Usman karena pelanggaran etika serius. Saldi Isra tetap memegang posisi Wakil Ketua MK.

Artikel ini akan mengupas lebih lanjut mengenai latar belakang Suhartoyo, perjalanan karirnya, dan tantangan yang dihadapi di tengah kontroversi.

Suhartoyo, sebelumnya seorang hakim di Pengadilan Tinggi Denpasar. Dia mengambil peran sebagai Ketua MK setelah melewati ujian fit and proper. Pelantikan resminya terjadi pada 17 Januari 2015 di hadapan Presiden Joko Widodo. Meski tidak pernah merencanakan karir di bidang hukum, Suhartoyo membuktikan kecakapannya dan meraih posisi tertinggi di MK.

Perjalanan Karir

Lahir dari lingkungan sederhana, Suhartoyo awalnya tertarik pada ilmu sosial politik. Kegagalannya di jurusan tersebut membuka pintu menuju dunia hukum. Menjadi mahasiswa ilmu hukum, ia kemudian meniti karir sebagai calon hakim pada 1986 di PN Bandar Lampung. Kepemimpinannya membawa Suhartoyo menjadi hakim di berbagai kota hingga 2011.

Perbedaan peran antara MK dan Mahkamah Agung (MA) memberikan tantangan baru bagi Suhartoyo. Keahliannya dalam kehalusan bahasa menjadi kunci saat merancang putusan di MK. Meskipun terpilih di tengah kontroversi, integritas dan kompetensinya diuji melalui serangkaian ujian fit and proper.

BACA JUGA: Suhartoyo Jadi Ketua MK Gantikan Anwar Usman!

Suhartoyo memberikan penjelasan terkait kasus Sudjiono Timan dan menegaskan bahwa dirinya bukan hakim yang memutuskan perkara tersebut di PN Jakarta Selatan. Dengan latar belakang yang sederhana, dia kini menjalani peran barunya sebagai Ketua MK. Ia berharap dapat memberikan rasa keadilan bagi pencari keadilan.

Meskipun terjun ke dunia hukum tidak sesuai dengan rencananya awalnya, dia membuktikan bahwa takdir membawanya pada peran yang membentuk keadilan di tingkat konstitusi.

 

(Kaje/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City