Pemkot Bandung Siapkan Program Psikolog ke Sekolah, Orang Tua Diminta Tak Anti Asesmen

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyoroti serius kondisi kesehatan mental anak dan remaja.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, hal ini menjadi alarm bagi Pemkot Bandung untuk memperkuat langkah pencegahan dan intervensi dini.

“Kita sedang gelisah. Anak-anak kita sedang menghadapi tekanan yang jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya,” kata Farhan saat sambutan di acara Pembukaan Muskerwil II PW Pemudi Persis Jawa Barat, Minggu (8/2/2026).

Farhan mengungkapkan, gangguan kesehatan mental tidak muncul secara tiba-tiba. Stres yang berkepanjangan dapat berkembang menjadi depresi dan pada kondisi ekstrem, mendorong munculnya pikiran bunuh diri.

Menurutnya, persoalan ini harus dipahami sebagai tragedi kemanusiaan yang membutuhkan empati dan penanganan komprehensif.

Baca Juga:

Kasus Ledakan di SMA 72 Jakarta Ungkap Luka Psikologis Remaja di Tengah Budaya Kekerasan

Disdik Kota Bandung Perkuat Kolaborasi Lintas OPD, Bangun Ketahanan Mental Pelajar

Ia juga menyinggung pengaruh tekanan sosial di era digital yang membuat anak-anak lebih rentan. Jika dulu ejekan hanya terjadi di lingkungan sekolah, kini perundungan dapat menyebar luas melalui media sosial dan disaksikan publik secara masif.

“Sekarang satu kesalahan bisa ditertawakan satu dunia. Tekanan psikologisnya jauh lebih berat. Ini berbahaya kalau kita anggap sepele,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Bandung tengah menyiapkan program intervensi kesehatan mental di sekolah. Program ini akan melibatkan guru Bimbingan Konseling (BK), psikolog, serta psikolog klinis untuk melakukan asesmen dan pendampingan langsung kepada siswa.

Farhan mengimbau para orang tua agar tidak tersinggung atau menolak ketika anak mereka masuk dalam asesmen kesehatan mental. Ia menekankan asesmen bukan bentuk pelabelan negatif, melainkan upaya perlindungan dini agar anak mendapatkan dukungan yang tepat.

“Bukan berarti anak kita dianggap bermasalah. Justru ini bentuk kepedulian. Apa yang dialami anak-anak di luar rumah sering kali di luar jangkauan orang tua,” ujarnya.

Selain intervensi psikologis, Farhan menekankan pentingnya penguatan literasi digital sebagai bagian dari pencegahan. Kemampuan anak menyaring informasi, menghadapi perundungan daring serta mengelola tekanan sosial di ruang digital dinilai krusial untuk menjaga kesehatan mental generasi muda.

“Penguatan literasi digital penting karena sebagai bagian dari pencegahan, kemampuan anak dalam menyaring informasi serta dapat memahami situasi media sosial,” tuturnya.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

3

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City