Pemerintah Klaim Harga Beras Sudah Turun, Jawa Barat Masih di Atas HET!

Harga Beras Jawa Barat
Mentri Pertanian Amran Sulaiman (Instagram/kementerianpertanian)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengklaim bahwa harga beras di sejumlah Provinsi, termasuk Jawa Barat, sudah mulai turun setelah sebelumnya mengalami kenaikan diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Mentan Amran menjelaskan bahwa turunnya harga beras disebabkan oleh turunnya harga gabah di beberapa sentra produksi, termasuk Jawa Barat. Menurutnya, jika harga beras di hulu atau dalam bentuk gabah sudah turun, maka harga beras di hilir juga akan ikut turun.

“Kan sudah mulai turun. Kami ini, kami terima dua hari yang lalu, terima laporan harga padi di beberapa daerah penghasil beras itu. Nah, kalau sudah turun di hulu insyaallah di hilir akan turun,” kata Amran, Selasa (19/8/2025).

Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional, pada hari Selasa (19/8/2025), harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani berada di kisaran Rp 6.500-7.243/kg. Di Jawa Barat sendiri, harga GKP di tingkat petani sebesar Rp6.664/kg.

Baca Juga:

39,25 Ton Beras Murah Buat Warga Priangan Timur: Pangandaran Alokasi Terbanyak

Polda Jabar Bongkar Penipuan Beras Premium, Ini 12 Daftar Merek yang Curang!

Namun, meski mengalami mengalami penurunan, harga beras di wilayah Jawa Barat masih berada di atas HET. Beras premium di Provinsi Jawa Barat tercatat sebesar Rp14.961, sementara beras medium sebesar Rp.13.465.

Adapun HET beras untuk wilayah Jawa Barat yang masuk ke dalam Zona I adalah sebesar Rp14.900 untuk beras Premium, serta Rp12.500 untuk beras medium.

Selain Jawa Barat, sejumlah provinsi yang telah mengalami penurunan harga beras diantaranya adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, Sulawesi Selatan dan Aceh. Sementara itu, harga beras di Sumatera utara masih belum menunjuukan penurunan.

Amran menilai penurunan harga beras ini juga tidak lepas dari program beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan oleh Perum Bulog.

“Jadi ini adalah hasil dari kerja keras teman-teman Bulog menyalurkan SPHP yaitu pangan murah dengan harga hanya Rp12.500 dan kita akan kucurkan 1,3 juta ton, jadi sangat besar dan ini mungkin tertinggi sepanjang sejarah yang kita salurkan,” ucap Amran.

Amran pun optimis bahwa harga beras akan terus mengalami penurunan dalam waktu dekat, seiring dengan penurunan harga gabah di sentra produksi dan penyaluran beras SPHP.

(Raidi/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

2

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City