BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sebuah perusahaan perangkat lunak manajemen SDM dan penggajian Paylocity telah sepakat untuk mengakuisisi perusahaan rintisan pengelolaan pengeluaran, Airbase, dengan nilai $325 juta. Kesepakatan tersebut diumumkan pada hari Rabu (5/9/2024).
Namun, kesepakatan tersebut masih memerlukan persetujuan dari pihak regulator yang mendapat perkirakan akan selesai pada kuartal pertama atau kedua tahun fiskal Paylocity, yang jatuh dalam 30 hingga 60 hari ke depan.
Pendanaan untuk akuisisi ini berasal dari pinjaman melalui fasilitas kredit bergulir Paylocity.
Pencapaian Airbase
Bagi Airbase, yang sudah beroperasi selama tujuh tahun sejak didirikan oleh Thejo Kote pada 2017, kesepakatan ini merupakan pencapaian yang signifikan.
Airbase menawarkan perangkat lunak yang dirancang untuk membantu perusahaan menengah dalam mengelola pengeluaran mereka dengan lebih efisien, termasuk fitur untuk pembayaran tagihan, kartu perusahaan, dan penggantian biaya karyawan.
Berbasis di San Francisco, perusahaan fintech ini telah berhasil mengumpulkan lebih dari $100 juta dalam bentuk pendanaan ekuitas dari berbagai investor seperti Menlo Ventures, Bain Capital, dan First Round Capital.
Menurut data dari PitchBook, Airbase memiliki valuasi sebesar $600 juta setelah putaran pendanaan pada 2021, di puncak kondisi pasar.
Paylocity, yang berada di Schaumburg, Illinois, ialah perusahaan publik dan menurut Yahoo Finance, saat ini memiliki nilai kapitalisasi pasar sebesar $9 miliar dengan sekitar 40.000 pelanggan.
Dalam pernyataannya, perusahaan menyebutkan bahwa akuisisi Airbase akan membantu memperluas cakupan pasar mereka, melampaui layanan manajemen sumber daya manusia (HCM) dan memperdalam jangkauan ke departemen keuangan perusahaan.
Thejo Kote menyampaikan kepada TechCrunch bahwa meskipun keputusan ini sulit, pada akhirnya merupakan langkah yang masuk akal.
“Airbase memiliki landasan pacu selama bertahun-tahun dan jalur yang jelas menuju profitabilitas, tetapi saya akhirnya yakin dengan peluang fantastis untuk menciptakan platform HCM dan Keuangan terpadu untuk pasar menengah — memanfaatkan ukuran dan skala Paylocity untuk membawa Airbase ke khalayak yang jauh lebih besar.” mengutip TechCrunch, Kamis (5/9/2024).
Seorang sumber yang memahami kesepakatan ini dan memilih untuk merahasiakan identitasnya, mengatakan kepada TechCrunch struktur kesepakatan tersebut tidak mencakup seluruh uang tunai di neraca Airbase, yang kemudian dikembalikan kepada perusahaan, pemegang saham, dan karyawan.
“Sedikit di bawah $400 juta,” ujar sumber tersebut.
BACA JUGA: 7 Alasan Pentingnya Rutin Mencadangkan Data di Perangkat Laptop
Airbase mempunyai lebih dari 300 karyawan, tapi belum tahu berapa banyak yang bergabung dengan Paylocity. Selama bertahun-tahun, Airbase telah bersaing dengan perusahaan seperti Ramp dan Brex, dengan fokus pada penjualan perangkat lunak sejak awal berdirinya.
(Virdiya/Aak)