Pasien BPJS PBI Jangan Ragu Lapor Jika Ditolak RS! Dijamin Menkes

pasien BPJS PBI
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin. (dok. Sekretariat Negara)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengingatkan seluruh rumah sakit agar tidak menolak pasien peserta BPJS program bantuan iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pemerintah telah mengaktifkan layanan peserta PBI untuk tiga bulan ke depan.

Sehingga, kata Budi, tidak ada alasan administratif untuk menunda atau menolak pelayanan.

“Kalau ada rumah sakit seperti itu, tolong dilaporkan ke Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan BPJS. Itu harusnya dilayani dan dibayar oleh BPJS,” tegas Budi di Kompleks DPR/MPR, Rabu (11/2/2026).

Pernyataan ini menjadi peringatan terbuka bagi fasilitas kesehatan yang masih bersikap selektif terhadap pasien PBI.

Penyakit Katastropik Tak Boleh Ditolak

Budi menekankan bahwa pasien dengan penyakit katastropik seperti gagal ginjal dan kanker harus mendapatkan layanan tanpa hambatan.

Ia memastikan mekanisme pembayaran dari BPJS kepada rumah sakit tetap berjalan.

Menurutnya, penolakan pasien bukan hanya melanggar prinsip pelayanan kesehatan, tetapi juga merusak sistem JKN yang dibangun untuk menjamin akses kesehatan kelompok rentan.

“BPJS yang membayar ke rumah sakit. Tadi saya juga cek ke Pak Ghufron, beliau sudah mengeluarkan surat,” ujarnya.

Artinya, secara administratif tidak ada kekosongan jaminan pembiayaan.

Evaluasi Data Peserta PBI Dimulai

Di sisi lain, pemerintah tengah melakukan penataan ulang data peserta BPJS PBI. Evaluasi ini bertujuan memastikan bantuan iuran benar-benar menyasar masyarakat miskin dan rentan.

Peserta dengan kondisi ekonomi dinilai tidak lagi memenuhi kriteria akan dikeluarkan dari skema PBI. Proses peninjauan dilakukan secara lebih transparan dan melibatkan sejumlah institusi:

  • Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai sumber data utama
  • Kementerian Sosial
  • Pemerintah daerah
  • Kementerian Dalam Negeri
  • BPJS Kesehatan

“Dalam waktu tiga bulan ini akan dilakukan review ulang secara lebih transparan dan rapi,” kata Budi.

Baca Juga:

Cara Cepat Mengaktifkan BPJS PBI yang Nonaktif, Lengkap dengan Tahapannya 

KDM: Pemprov Jabar Siap Tanggung Iuran BPJS Kesehatan PBI yang Dicoret Kemensos

Arah Kebijakan

Langkah pemerintah menunjukkan dua fokus sekaligus:

  1. Menjamin layanan tetap berjalan tanpa diskriminasi terhadap peserta PBI.
  2. Memperbaiki validitas data agar bantuan tidak salah sasaran.

Dengan evaluasi data dan pengawasan layanan, pemerintah berupaya menjaga keberlanjutan sistem JKN sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Pesan Menkes jelas: layanan harus diberikan, klaim dibayar, dan jika ada penolakan, publik diminta aktif melapor.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
KDS Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
KDS: Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
Pelatih Baru Timnas Indonesia John Herdman
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Oman: Ujian Perdana John Herdman di GBK, Garuda Bidik Hasil Positif
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Kadeudeuh Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

5

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara