BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – OpenAI secara resmi mengumumkan penghentian operasional aplikasi Sora, layanan pembuatan video berbasis kecerdasan artifisial (AI) generatif yang baru dirilis tahun lalu.
Dalam pernyataan yang diunggah di platform X, tim Sora menyampaikan perpisahan kepada para pengguna tanpa menjelaskan alasan detail di balik keputusan tersebut.
“Kami mengucapkan selamat tinggal kepada Sora. Kepada semua orang yang berkarya bersama Sora, membagikannya, dan membangun komunitas di sekitarnya: terima kasih,” tulis tim Sora, dikutip Rabu (25/3/2026).
Mereka juga menambahkan bahwa informasi lanjutan terkait jadwal penghentian aplikasi dan API, serta mekanisme penyimpanan karya pengguna, akan segera diumumkan.
Keputusan ini muncul hanya beberapa bulan setelah kerja sama besar antara OpenAI dan The Walt Disney Company. Dalam kesepakatan tersebut, Sora direncanakan mampu menghasilkan video dari lebih dari 200 karakter populer milik Disney, termasuk dari waralaba seperti Marvel, Pixar, dan Star Wars.
Namun, kerja sama itu akhirnya dihentikan. Disney menyatakan menghargai langkah OpenAI untuk tidak lagi mengembangkan video AI dalam bentuk tersebut dan memilih fokus pada prioritas lain.
“Kami menghargai kolaborasi konstruktif antara tim kami dan apa yang kami pelajari darinya,” ujar perwakilan Disney, seraya menegaskan komitmen mereka untuk tetap menjajaki teknologi AI secara bertanggung jawab, terutama dalam hal perlindungan hak kekayaan intelektual (IP).
Baca Juga:
OpenAI Integrasikan Teknologi Sora ke ChatGPT, Bikin Video AI Langsung dari Chatbot
Sejak awal kemunculannya, Sora memang menuai perhatian luas. Diperkenalkan pertama kali pada Februari 2024 sebagai model teks-ke-video, teknologi ini menjanjikan video dengan tingkat realisme tinggi. Namun, di sisi lain, kehadirannya juga memicu kekhawatiran di industri kreatif, khususnya di Hollywood.
Kontroversi semakin menguat pada 2025, ketika sistem pelatihan Sora dinilai berpotensi menggunakan konten berhak cipta tanpa persetujuan aktif dari pemiliknya. Bahkan, organisasi seperti Content Overseas Distribution Association (CODA), yang mewakili studio besar termasuk Studio Ghibli, sempat meminta OpenAI menghentikan penggunaan karya mereka untuk pelatihan model.
Dengan ditutupnya Sora, fitur pembuatan video berbasis teks juga tidak lagi tersedia, termasuk dalam integrasi dengan layanan seperti ChatGPT.
Langkah ini menandai perubahan arah strategi OpenAI dalam pengembangan teknologi AI generatif, sekaligus menutup salah satu eksperimen paling ambisius mereka di bidang video digital.











