4 Jenis Kopi Terpopuler di Dunia, Ada yang Rasanya Bernuansa Bunga

Jenis kopi
(Pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kopi, minuman yang sering dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari masyarakat biasa hingga penikmat kopi profesional. Tidak hanya memiliki satu jenis, kopi memiliki berbagai jenis dan karaketristik yang berbeda di berbagai dunia.

Seiring berkembangnya budaya, kopi tidak lagi sebatas untuk mengusir kantuk, tapi juga telah menjadi simbol gaya hidup dan ekspresi seni dalam meracik cita rasa.

Perbedaan karakteristik kopi pada sejumlah negara dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti lokasi penanaman, kondisi iklim, ketinggian tempat tumbuh, hingga metode pengolahan biji kopi tersebut.

Berbagai Jenis Kopi di Dunia

Berikut beberapa jenis kopi yang paling populer dan paling banyak dikonsumsi di dunia.

1. Arabika

Kopi Arabika adalah salah satu jenis kopi yang paling banyak diproduksi dan dikonsumsi secara global. Kopi ini terkenal dengan rasanya yang halus dan aromanya yang khas. Arabika tumbuh di daerah dataran tinggi dan membutuhkan iklim yang sejuk.

Sebagian besar produksi Arabika berasal dari negara-negara seperti Brasil, Kolombia, dan Ethiopia. Kopi ini memiliki tingkat keasaman yang lebih tinggi dari jenis lainnya dan sering kali memiliki nuansa rasa buah atau bunga.

2. Robusta

Kopi Robusta, seperti namanya, memiliki karakter yang lebih kuat dari Arabika. Robusta terkenal dengan rasa pahit dan tekstur yang lebih tebal. Jenis kopi ini tumbuh di daerah yang lebih rendah dan tahan terhadap iklim panas serta penyakit.

Robusta banyak diproduksi di negara-negara seperti Vietnam dan Indonesia. Kandungan kafein pada Robusta lebih tinggi, sehingga sering digunakan untuk campuran kopi espresso.

3. Liberika

Meskipun tidak sepopuler Arabika dan Robusta, kopi Liberika tetap memiliki penggemarnya tersendiri. Liberika tumbuh di Afrika Barat dan Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.

Ciri khas kopi ini adalah rasanya yang unik, dengan aroma buah yang kuat dan sedikit rasa kayu. Kopi Liberika juga memiliki ukuran biji yang lebih besar dari kopi lainnya.

4. Excelsa

Excelsa adalah subspesies dari Liberika dan cukup langka di pasaran. Kopi ini populer dengan cita rasa asam yang kompleks dan sedikit rasa pahit.

Excelsa sering digunakan untuk memberikan kedalaman rasa pada campuran kopi lainnya. Excelsa banyak ditemukan di kawasan Asia Tenggara, terutama di Vietnam.

BACA JUGA: Magic Coffee Latte, Minuman Kekinian di Kalangan Pecinta Kopi

Banyaknya jenis kopi di dunia, mencerminkan keragaman rasa dan aroma yang bisa dinikmati oleh pecinta kopi. Selamat menikmati berbagai jenis kopi.

 

(Virdiya/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City