Misteri dan Nilai Spiritual di Balik Kabuyutan Sunda

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Di tengah modernitas yang terus melaju, nama-nama seperti Kabuyutan Ciburuy, Galunggung, atau Pameungpeuk mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Padahal, di balik sebutan “kabuyutan” itu tersimpan sejarah panjang, misteri, dan nilai-nilai spiritual yang begitu kuat dalam budaya Sunda. Kabuyutan bukan sekadar tempat; ia adalah pusat peradaban intelektual dan religius masyarakat Sunda kuno.

Dalam penelitian Darsa, Permana, dan Sumarlina (2024), kabuyutan merupakan lembaga keagamaan dan pendidikan yang hidup jauh sebelum Islam masuk ke Tatar Sunda. Di tempat inilah naskah-naskah kuno ditulis dan diwariskan dari generasi ke generasi. Kabuyutan menjadi simbol kehidupan spiritual masyarakat Sunda pra-Islam yang sangat menghormati alam dan leluhur.

Kabuyutan Ciburuy di Garut, misalnya, masih menyimpan koleksi naskah Sunda kuna yang ditulis di daun lontar. Ruhimat (2017) mencatat bahwa naskah-naskah tersebut tidak hanya membahas soal agama dan kepercayaan, tetapi juga astronomi, pengobatan, pertanian, hingga hukum adat. Dengan kata lain, kabuyutan adalah pusat pengetahuan yang multifungsi—perpustakaan, pesantren, sekaligus tempat ibadah.

Hal yang membuat kabuyutan terasa misterius adalah cara penyimpanannya. Naskah-naskah itu tidak sembarang boleh dibaca, bahkan sebagian besar hanya dibuka dalam upacara atau ritual khusus. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan bahwa setiap naskah punya “ruh” atau energi spiritual tersendiri. Tak jarang, juru kunci kabuyutan mengaku mengalami mimpi atau firasat sebelum membuka naskah tertentu.

Kabuyutan juga identik dengan sistem pewarisan tertutup. Hanya orang-orang tertentu yang dianggap layak, baik secara keturunan maupun spiritual, yang bisa menjadi penjaga kabuyutan. Karena itu, kabuyutan menjadi salah satu bentuk warisan budaya yang tidak hanya bersifat fisik, tapi juga spiritual dan intelektual.

BACA JUGA

Ritual Ngertakeun Bumi Lamba 2025 Siap Digelar 22 Juni di Puncak Gunung Tangkuban Parahu

Bukan Sekadar Destinasi Wisata, Ini Alasan Kampung Adat Parahyangan Jadi Warisan Budaya

Seiring waktu, fungsi kabuyutan memang mulai memudar karena pengaruh globalisasi dan modernisasi. Namun jejaknya masih bisa ditelusuri melalui sisa-sisa manuskrip, struktur bangunan, serta tradisi lisan yang terus dijaga. Kabuyutan adalah bukti bahwa masyarakat Sunda kuno telah memiliki sistem pendidikan dan spiritualitas yang maju, bahkan sebelum hadirnya pengaruh luar.

Kini, kabuyutan semakin dilirik sebagai bagian dari warisan budaya tak benda yang harus dijaga. Di tengah derasnya arus informasi, kabuyutan mengajarkan kita untuk menengok ke belakang, bahwa pengetahuan, nilai, dan kearifan lokal adalah fondasi penting dalam membentuk jati diri masyarakat Sunda hari ini.

Sumber: Darsa, U. A., Permana, R. S., & Sumarlina, E. S. N. (2024). KABUYUTAN DALAM TRADISI SUNDA: KABUYUTAN DALAM TRADISI SUNDA. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora, 6(2), 181-185.; Ruhimat, M. (2017). Katalogisasi Naskah Sunda Kuno Koleksi Kabuyutan Ciburuy. Metahumaniora, 7(3), 392-401.

(Daniel Oktorio Saragih/Magang/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun