Miris Pinjol Masuk Kampus, DPR: Anggaran Pendidikan 660 Triliun Lari ke Mana?

pinjol ITB alokasi anggaran pendidikan
Demo mahasiswa ITB, protes kasus pinjol UKT
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA,TM.ID: Komisi X DPR RI pertanyakan kampus yang telah menggunakan pinjol (pinjaman online) untuk pembayaran Uang Kuliah Tungal (UKT). Padahal pemerintah telah mengalokasikan anggaran pendidikan mencapai Rp660 Triliun.

Ironisnya, kasus pinjol jerat mahasiswa ini terkuak di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) yang merupakan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama di Indonesia.

Atas kasus pinjol ITB tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih mempertanyakan sikap pemerintah yang membiarkan mahasiswa terlilit utang pinjol untuk pembayaran UKT.

Faqih juga menyayangkan sikap perguruan tinggi yang malah menggunakan opsi pinjol kepada mahasiswanya. Menurutnya, bagaimanapun opsi membayar dengan pinjol bukanlah keputusan yang bijaksana.

Pasalanya,tegas Faqi, konstitusi menyebutkan bahwa pendidikan adalah tugas negara, sebagaimana tercantum pada pasal 31 ayat 1-5 dalam UUD 1945.

Iapun mengusulkan agar dilakukan pembaharuan terhadap struktur dan formula anggaran pendidikan di Tanah Air ini agar tidak terulang kasus serupa.

“Maka, menurut saya, perlu diadakan diskusi kembali tentang struktur dan formula anggaran pendidikan yang 20 persen yaitu sebesar Rp660 triliun kemana saja,” tegas Faqih, dikutip dari Parlementaria, Senin (5/2/2024).

BACA JUGA: Pinjol Coreng Nama Besar ITB, DPR: Mahasiswa Bukan Konsumen!

Ia menyayangkan pemerintah yang telah membiarkan problem seperti solusi membayar UKT dengan skema pinjol, dan berharap agar ke depan ada solusi.

Anggaran pendidikan yang telah dialokasikan dari APBN sebanyak 20 persen lebih besar dikelola oleh pemerintah daerah, dibandingkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Jika menggunakan data Neraca Pendidikan Daerah (NPD) yang disusun oleh Kemdikbudristek, pemerintah daerah kerap mengabaikan amanat konstitusi ini.

Banyak pemerintah daerah hanya mengalokasikan anggaran pendidikan bahkan kurang dari 1 persen tanpa transfer daerah. Sebab itu, Fikri menegaskan pemerintah harus berkomitmen menyelesaikan isu ini.

“Faktanya di Kemendikbudristek RI pada tahun 2023 hanya (memperoleh anggaran) Rp80 triliun dan tahun 2024 ini sekitar Rp 97 triliun dari (alokasi pendidikan sebanyak) Rp660 triliun. Ini masih jauh. Maka, menurut saya, perlu dibongkar (struktur dan formula anggaran pendidikan),” paparnya.

Politisi Fraksi PKS itu juga mengingatkan agar pemerintah tidak setengah hati membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Mampu membangun infrastruktur secara masif, dirinya berharap pemerintah memenuhi janjinya memperbaiki sektor pendidikan di Indonesia.

“Saya berharap mudah-mudahan nanti ada solusi supaya tidak sampai pinjol untuk pendidikan,” tandas Faqih.

 

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian