Menkeu Purbaya Klaim Impor 105 Ribu Mobil untuk Kopdes Merah Putih Tak Bebani APBN

Dirut BEI mundur
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (Instagram/menkeuri)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah menegaskan bahwa rencana impor 105 ribu kendaraan niaga oleh PT Agrinas Pangan Nusantara tidak akan menambah beban fiskal negara, meski nilainya mencapai puluhan triliun rupiah. Skema pembiayaan yang digunakan dinilai tidak menciptakan kewajiban baru dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan hanya mengubah mekanisme penyaluran anggaran yang sudah ada.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pembiayaan program tersebut dilakukan melalui pinjaman dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kementerian Keuangan akan mencicil kewajiban tersebut sekitar Rp40 triliun per tahun selama enam tahun ke depan, tanpa menciptakan tambahan tekanan fiskal baru.

Menurutnya, sumber pembayaran cicilan berasal dari realokasi sebagian dana desa yang memang setiap tahun telah dialokasikan dalam belanja negara. Artinya, secara fiskal negara tidak menambah pos belanja baru, melainkan mengalihkan cara penggunaan anggaran yang sudah rutin tersedia.

“Setiap tahun memang kita belanja segitu. Sekarang hanya mekanismenya yang berubah. Bukan menambah beban fiskal, tapi mengubah pola pembiayaannya,” ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Dengan skema tersebut, pemerintah menilai risiko fiskal tetap terkendali karena tidak ada pembiayaan yang berasal dari utang baru APBN langsung, melainkan pembiayaan berbasis pinjaman korporasi yang dijamin mekanisme anggaran eksisting.

Baca Juga:

Mungkinkah Mobil Indonesia Bisa Terwujud 3 Tahun ke Depan? Ini Kata Nalar Pakar

Proyek Logistik Desa Skala Nasional

Di sisi operasional, impor kendaraan ini akan memperkuat sistem logistik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di berbagai daerah. Sebelumnya diberitakan, Agrinas akan mengimpor sekitar 105.000 kendaraan niaga dari India dengan nilai total mencapai Rp24,66 triliun.

Informasi ini pertama kali diumumkan oleh Mahindra and Mahindra Ltd. pada 4 Februari 2026 melalui laman resmi perusahaan mereka. Konfirmasi resmi kemudian disampaikan Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, kepada media nasional pada 20 Februari 2026.

Rincian armada yang akan diimpor meliputi:

35.000 unit pikap 4×4 dari Mahindra and Mahindra
35.000 unit pikap 4×4 dari Tata Motors
35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors


Seluruh kendaraan tersebut akan difokuskan untuk mendukung transportasi logistik Kopdes Merah Putih, terutama distribusi pangan dan komoditas desa.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City