Menjelajah Desa Cisaat Subang, Saat Budaya dan Alam Menjadi Ruang Belajar Wisatawan

Desa Cisaat Subang
Desa Cisaat Subang (Foto:Pemdes Subang).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Udara pegunungan Ciater menyapa lembut begitu kaki menjejak Desa Cisaat. Hamparan sawah hijau terbentang luas, berpadu dengan perbukitan yang perlahan diselimuti kabut tipis. Di desa inilah, waktu seolah berjalan lebih pelan, memberi ruang bagi siapa pun untuk bernapas lebih dalam dan merasakan kehidupan yang bersahaja.

Berada di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Desa Wisata Edukasi Cisaat bukan destinasi yang menawarkan wahana megah atau objek wisata buatan. Daya tariknya justru terletak pada keseharian masyarakatnya yang masih lekat dengan tradisi, budaya, dan kearifan lokal. Pengalaman inilah yang mengantarkan Cisaat masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.

Di Cisaat, wisatawan tidak datang sebagai penonton, melainkan ikut menjadi bagian dari kehidupan desa. Sejak pagi, aktivitas warga sudah menggeliat. Ada yang menenun anyaman bambu, mengolah makanan tradisional, hingga mempersiapkan pertunjukan seni untuk menyambut tamu. Setiap proses dilakukan dengan tangan, kesabaran, dan cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Keindahan alam menjadi latar yang memperkuat pengalaman tersebut. Dari sudut desa, pengunjung bisa menikmati panorama sawah berundak dengan udara yang sejuk. Saat sore hari, langit senja berubah jingga, menghadirkan pemandangan yang sederhana namun menenangkan, momen yang sering membuat wisatawan memilih duduk diam, menikmati suasana tanpa tergesa.

Cisaat juga dikenal dengan wisata kebun tehnya. Melalui aktivitas tea walk atau tea fun bike, wisatawan diajak menyusuri hamparan kebun teh yang hijau, merasakan segarnya udara pegunungan, sekaligus memahami proses budidaya teh yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Baca Juga:

Eksotisme Desa Wisata Sawarna, Surga Tersembunyi di Pesisir Selatan Banten

Di sektor agrowisata, pengalaman semakin lengkap. Wisatawan, termasuk anak-anak, bisa turun langsung ke kebun, belajar menanam sayuran, hingga memetik nanas langsung dari pohonnya. Aktivitas sederhana ini menjadi sarana edukasi yang efektif, mengajarkan tentang alam, pangan, dan kerja keras petani desa.

Budaya dan spiritualitas juga hidup berdampingan di Desa Cisaat. Beragam tradisi religi seperti Khaul Menak Taun, Tapakuranma’rifat, Muludan Keramat, hingga Ruatan Kampung dan Rajaban Bubur Sura masih dijalankan dengan khidmat. Enam situs sejarah yang tersebar di desa pun menjadi tujuan wisata ziarah, menghadirkan perjalanan yang bukan hanya fisik, tetapi juga batin.

Tak kalah menarik, denyut ekonomi kreatif tumbuh dari rumah-rumah warga. Kerajinan seperti ballpoint bambu, anyaman, lampion, tas kulit, mebel bambu, hingga sisingaan untuk upacara adat dikerjakan secara mandiri oleh pengrajin lokal. Di dapur-dapur desa, kuliner khas seperti papais Cisaat, gegeplak, tahu susu, peuyeum gantung, serta keripik susu menjadi oleh-oleh yang sarat cerita.

Partisipasi aktif masyarakat inilah yang membuat Desa Cisaat terasa hidup. Wisata di sini bukan sekadar singgah, melainkan proses belajar tentang alam, budaya, kebersamaan, dan cara hidup yang selaras dengan lingkungan.

Bagi siapa pun yang merindukan perjalanan bermakna, Desa Wisata Edukasi Cisaat menawarkan lebih dari sekadar pemandangan. Ia menghadirkan pengalaman pulang ke akar, ke kehidupan desa yang jujur, hangat, dan penuh nilai.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City