Mengungkap Kebiasaan Onadio Leonardo yang Sering Datang Terlambat Berakhir Denda Hingga Rp3 Juta

Onadio Leonardo Sering Datang Terlambat
Onadio Leonardo Sering Datang Terlambat (tangkap layar YouTube Raditya Dika)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Onadio Leonardo, atau yang terkenal dengan panggilan Onad, adalah salah satu nama terkenal dalam dunia hiburan Indonesia. Namun, di balik popularitasnya, terungkap bahwa Onad memiliki kebiasaan datang terlambat yang cukup mencolok. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai kebiasaan ini dan bagaimana hal tersebut memengaruhi hubungannya dengan Raditya Dika serta denda yang harus dia bayar akibat telat.

Kebiasaan Datang Terlambat yang Mencolok

Onadio Leonardo, seorang musisi dan artis yang terkenal, telah diakui secara terbuka oleh teman sekaligus rekan kerjanya, Raditya Dika, bahwa dirinya sering datang terlambat dalam berbagai pertemuan. Bahkan, dalam beberapa kasus, Onad pernah datang hingga dua jam terlambat. Kejadian ini terungkap dalam acara YouTube pribadi milik Raditya Dika.

Raditya Dika mengonfirmasi bahwa Onad memang seringkali datang terlambat, bahkan dalam pertemuan penting. Ini menjadi hal yang cukup mencolok, mengingat pentingnya menjaga disiplin waktu dalam dunia hiburan dan profesional.

BACA JUGA : Tingkah Dramatis Onadio Leonardo Keciduk Takut Ganti Lampu

Denda Akibat Kebiasaan Terlambat

Karena kebiasaan sering datang terlambat yang sudah menjadi rahasia umum, Onadio Leonardo akhirnya terikat dalam sebuah perjanjian oleh Raditya Dika. Dalam perjanjian tersebut, Onad harus membayar denda yang cukup substansial jika dia terlambat dalam sebuah pertemuan.

Denda yang harus terbayar oleh Onad adalah Rp500 ribu jika dia terlambat selama satu jam. Namun, denda ini akan bertambah secara drastis jika Onad terlambat hingga dua jam. Dalam kasus terburuk, dia harus membayar denda sebesar Rp3 juta.

Pengakuan Langsung dari Onadio Leonardo

Onadio Leonardo sendiri mengakui fakta ini dalam percakapan dengan Raditya Dika. Dia dengan jujur menyampaikan bahwa dia sudah pernah terkena denda sebesar Rp500 ribu, bahkan hingga Rp3 juta, karena kebiasaan datang terlambatnya.

Pengakuan langsung ini membuktikan bahwa perjanjian denda tersebut memang sengaja  Raditya Dika buat sebagai upaya untuk mengatasi kebiasaan Onad yang sering datang terlambat.

Jejak Karier Onadio Leonardo

Onadio Leonardo terkenal luas sejak penampilannya dalam grup musik “Killing Me Inside” pada tahun 2008. Kepopulerannya mencapai puncaknya ketika lagu berjudul “Biarlah” merajai tangga lagu dan menjadi hits di kalangan remaja pada tahun 2010. Pencapaiannya dalam dunia musik telah membuatnya menjadi salah satu ikon yang dihormati di industri hiburan Tanah Air.

 

 

(Hafidah/Usamah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City