Mengenal Ketuk Tilu Tarian Sunda Buhun yang Penuh Makna

Ketuk Tilu Sunda
(istockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Tari Ketuk Tilu, tarian tradisional Sunda yang penuh dengan keceriaan dan makna, memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Jawa Barat.

Tarian ini bahkan mendapat anggapan sebagai cikal bakal lahirnya Tari Jaipong, salah satu tarian Sunda yang populer hingga saat ini.

Asal Usul dan Makna Ketuk Tilu

Istilah “Ketuk Tilu” berasal dari salah satu alat pengiringnya, yaitu boning. Alat musik ini cara memakainya dengan memukulnya tiga kali sebagai isyarat bagi instrumen lainnya. Seperti rebab, kendang besar, kendang kecil, dan gong, untuk memulai memainkan sebuah lagu atau sekadar instrumental.

Menurut catatan sejarah, masyarakat Sunda zaman dahulu mementaskan tarian ini sebagai bentuk kegembiraan dan wujud rasa syukur untuk menyambut datangnya panen padi. Kegembiraan tersebut terpancar dari gerakan, alat musik pengiring, maupun ekspresi para penarinya.

Gerakan dan Musik yang Meriah

Tari Ketuk Tilu berawal dengan musik pengiring untuk mengumpulkan penonton. Setelah para penonton berkerumun, barulah para penari memasuki area pementasan.

Dalam tari Ketuk Tilu, terdapat berbagai gerakan, seperti goyangan, muncid, pencak, geol, dan gitek. Beberapa gerakan tersebut memiliki nama khusus, seperti lengkah opat, bajing luncat, ban karet, depok, dan sebagainya.

Lagu-lagu yang biasanya dalam pertunjukan Ketuk Tilu antara lain Kidung, Emprak, Polos Tomo, Naek Geboy, Berenuk Mundur, Kaji-kaji, Tunggul Kawung, Renggong Buyut, Awi Ngarambat, dan lain-lain.

Lirik lagu yang dimainkan bernuansa ceria dan gembira, sesuai dengan konsep tari Ketuk Tilu sebagai tarian pergaulan sekaligus hiburan di acara-acara hajatan.

Perkembangan Ketuk Tilu

Tari Ketuk Tilu merupakan bentuk seni pertunjukan yang mandiri, tidak terikat atau bukan merupakan bagian dari cabang kesenian lain.

Di Jawa Barat, tari Ketuk Tilu dikembangkan masuk dalam beberapa pertunjukan, seperti Ronggeng Gunung (Ciamis), Banjet (Karawang dan Subang), serta Topeng Betawi (Jabodetabek).

Bahkan, Ketuk Tilu juga menjadi bagian dari suatu pertunjukan teater Ubrug asal Provinsi Banten.

BACA JUGA : 5 Jenis Tari Topeng Cirebon, Warisan Budaya yang Mulai Langka

Pelestarian Ketuk Tilu

Tari Ketuk Tilu merupakan warisan budaya Sunda yang berharga. Penting untuk melestarikan tarian ini agar tetap hidup dan berkembang, sehingga generasi mendatang dapat menikmati keindahan dan makna yang terkandung di dalamnya. Upaya pelestariannya bisa dengan berbagai cara, seperti:

  • Mempelajari dan mempraktikkan tari Ketuk Tilu: Melalui pembelajaran dan latihan, generasi muda dapat memahami dan menguasai tarian ini.
  • Menyelenggarakan pertunjukan Ketuk Tilu: Pertunjukan dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan dan mempromosikan tari Ketuk Tilu kepada masyarakat luas.
  • Mendukung seniman dan kelompok tari Ketuk Tilu: Dukungan dapat berupa finansial, fasilitas, dan promosi.

Dengan menjaga kelestarian tari Ketuk Tilu, kita dapat melestarikan budaya Sunda dan memperkaya khazanah seni budaya Indonesia.

 

(Hafidah Rismayanti/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian