Mengapa Farhan Optimis Pariwisata Bandung Tumbuh 20 Persen? Ternyata Ini Alasannya

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kota Bandung menegaskan arah pembangunan sektor pariwisata tidak ditempatkan sebagai mesin fiskal jangka pendek, melainkan sebagai industri strategis jangka panjang yang harus dibangun secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.

Penegasan tersebut disampaikan Muhammad Farhan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-55 Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita). Selama ini, Asita menjadi salah satu mitra utama Pemkot Bandung dalam pengembangan sektor pariwisata.

Farhan menyampaikan, pemerintah daerah tidak boleh terjebak pada pendekatan sempit yang hanya mengejar peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tanpa memperhatikan kesiapan dan kekuatan industri pariwisata itu sendiri.

“Kami harus membesarkan dulu kapasitas industri dan merealisasikan potensi yang ada. Kalau industrinya sudah kuat, barulah kita bicara bagaimana peluang itu menjadi PAD,” ujarnya.

Menurut Farhan, pariwisata merupakan sektor yang sangat bergantung pada ekosistem. Apabila salah satu unsur, baik infrastruktur, layanan, maupun pelaku usaha tidak siap, maka dampaknya akan merugikan seluruh rantai industri.

Baca Juga:

Pariwisata Kota Bandung Bangkit, Farhan Optimistis Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen

Beautification Kota Bandung, Farhan: Penataan Agar Wisatawan Nyaman saat Libur Natal dan Tahun Baru

Ia memastikan, Pemkot Bandung memilih pendekatan pembangunan pariwisata yang menempatkan pemerintah di posisi fasilitator dan regulator, bukan semata-mata sebagai penarik manfaat fiskal.

“Pemerintah itu posisinya di ujung. Jangan di depan. Kalau di depan hanya mikir PAD, industrinya bisa rusak,” tuturnya.

Dalam konteks ini, Pemkot Bandung menargetkan pertumbuhan potensi pariwisata sebesar 20 persen. Target tersebut tidak semata diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari kualitas belanja wisata, lama tinggal, serta dampak ekonomi terhadap pelaku usaha lokal.

“Kalau potensi tumbuh 20 persen, pelaku industri akan happy, wisatawan happy. Dari situ manfaatnya akan kembali ke kota,” katanya.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026