INDRAMAYU, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu, Jawa Barat, terus berupaya meningkatkan kualitas layanan gizi melalui program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Sebanyak 44 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indramayu telah beroperasi, namun penguatan masih diperlukan untuk memastikan anak-anak dan kelompok sasaran lainnya mendapat asupan gizi yang optimal.
Rakor yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Indramayu, Jajang Sudrajat, menekankan pentingnya sinkronisasi data dan strategi pelaksanaan.
“Program MBG ini adalah amanah strategis nasional yang menjadi tolok ukur keberhasilan kepala daerah,” kata Jajang dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (14/9/2025).
Ia menambahkan bahwa sasaran program tidak hanya anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Perwakilan Kodim 0616 Indramayu menyoroti kendala kurangnya pemahaman masyarakat tentang prosedur pendaftaran SPPG atau dapur MBG.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawasi dan menyukseskan program ini,” tegasnya.
Staf Khusus Bupati Indramayu, Sukma, menekankan peran ganda SPPG tidak hanya sebagai penyedia makanan bergizi, tetapi juga penggerak ekonomi lokal dengan memanfaatkan hasil panen petani.
Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan potensi besar program ini di Indramayu dengan 370.746 peserta didik sebagai target. Saat ini terdapat 91 unit SPPG dalam tahap persiapan dan 69 unit yang sudah beroperasi penuh.
Poin krusial dalam rakor adalah sinkronisasi data penerima manfaat di setiap kecamatan, sebagaimana telah dilakukan di Kecamatan Gabuswetan, untuk memastikan distribusi makanan tepat sasaran.
Dengan kolaborasi lintas sektor, program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi lokal.
(Aak)











