Martumba: Dulu Tarian Sakral, Kini Tinggal Gaya-gayaan?

Tarian Martumba (YouTube irianto channel)
Tarian Martumba (YouTube irianto channel)
-

Tidak ada video disisipkan.

SAMOSIR, TEROPONGMEDIA.ID — Dulu ditarikan dengan khidmat sebagai simbol keberanian dan kehormatan, kini Martumba lebih sering tampil sekadar sebagai hiburan atau atraksi wisata. Namun siapa sangka di balik gerakan mengayun tombak dan hentakan kaki itu, tersimpan jejak panjang sejarah orang Batak Toba yang nyaris terlupakan.

Martumba bukan sekadar tari. Ia dulunya bagian dari sistem sosial-militer Batak. Dalam penelitian Manurung (2023) yang mendalami dinamika pertunjukan Martumba di Pangururan, Samosir dari 1960 hingga 2023, dijelaskan bahwa Martumba berakar dari tradisi horja atau pesta adat yang melibatkan upacara militer, simbol kejayaan, dan penyambutan tamu agung. Gerakannya merepresentasikan semangat perang, namun juga disisipkan unsur magis dan penghormatan kepada leluhur.

Namun, sejak era 1980-an, makna sakral Martumba mulai bergeser. Seiring modernisasi dan perubahan orientasi budaya masyarakat Batak Toba, Martumba mulai diadaptasi sebagai bagian dari pertunjukan seni budaya dalam event pariwisata dan pesta rakyat. Bahkan, antara 2013 hingga 2023, menurut Manurung, tarian ini lebih banyak ditampilkan untuk kebutuhan kontemporer seperti festival atau lomba antar-sekolah.

Fakta menariknya, dulu Martumba hanya bisa dibawakan oleh laki-laki dewasa yang telah menjalani proses adat tertentu. Sekarang, tarian ini kerap dibawakan oleh anak-anak atau remaja, bahkan perempuan, sebuah transformasi yang mencerminkan inklusivitas budaya baru, sekaligus menandakan pergeseran identitas dari yang sakral menjadi representasi budaya populer.

Ironisnya, semakin banyak yang mengenal Martumba, semakin sedikit yang tahu artinya. Banyak generasi muda hanya menghafal gerakan, tanpa paham narasi di baliknya. Dalam konteks inilah, Martumba menghadapi dilema: antara bertahan sebagai warisan adat, atau menjadi sekadar pertunjukan panggung.

BACA JUGA

Apa Itu Tarian Pacu Jalur? Ini Asal Usul dan Makna Filosofinya

Tarian Tarawangsa yang Mistis, Senantiasa Iringi Ritual Ngalaksa di Rancakalong Sumedang

Namun, tidak semua pihak tinggal diam. Beberapa sanggar seni di Samosir mulai menggagas pelatihan Martumba berbasis sejarah dan narasi adat. Gerakan ini menjadi bentuk perlawanan kultural agar Martumba tidak tercerabut dari akarnya.

Sejarah Martumba mengingatkan bahwa di balik setiap tarian, ada cerita panjang tentang siapa kita dan bagaimana leluhur menjaga martabatnya. Pertanyaannya sekarang: akankah kita tetap menari, atau hanya menonton hingga warisan itu pelan-pelan menghilang?

Sumber: UNIMED; Universitas Sumatera Utara

(Daniel Oktorio Saragih/Magang/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
20250907_201002-1551046706
Diego Forlan Apresiasi Keberanian Ronald Araujo Bicara Kesehatan Mental
Hadapi Ancaman PHK, Pengurus Baru Apindo Jabar Fokus Jaga Lapangan Kerja dan Genjot Investasi
Hadapi Ancaman PHK, Pengurus Baru Apindo Jabar Fokus Jaga Lapangan Kerja dan Genjot Investasi
Neymar 'Comeback'
Neymar Kembali, Brasil Makin Percaya Diri Tatap Fase Gugur Piala Dunia 2026
WhatsApp Image 2026-06-25 at 19.43
Beri Kuliah Umum di IPDN, KDM Bekali Praja Utama Angkatan 33 tentang Negara dan Budaya
Lebih dari 44 Juta Batang Rokok Ilegal Hasil Penindakan di Jabar Dimusnahkan
Lebih dari 44 Juta Batang Rokok Ilegal Hasil Penindakan di Jabar Dimusnahkan
Berita Lainnya

1

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
Bandara Husein Segera Beroperasi, Farhan Percepat Penataan Infrastruktur
Bandara Husein Segera Beroperasi, Farhan Percepat Penataan Infrastruktur
Dari Stres Hingga Depresi, Farhan Bangbara Siap Dampingi Warga Kota Bandung
Dari Stres Hingga Depresi, Farhan: Bangbara Siap Dampingi Warga Kota Bandung
Farhan Penghuni Kos di Kota Bandung Wajib Terdata
Farhan: Penghuni Kos di Kota Bandung Wajib Terdata
WhatsApp Image 2026-06-23 at 06.47
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 2 Tahun 2026 Dibuka