BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Timnas Maroko memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Haiti dengan skor 4-2 dalam laga terakhir fase grup yang berlangsung Kamis (25/6/2026) pagi WIB. Meski sempat dua kali tertinggal, The Atlas Lions menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan dan mengamankan tiket ke fase gugur.
Pertandingan berjalan jauh lebih sulit dari yang diperkirakan bagi wakil Afrika tersebut. Haiti, yang sebelumnya sudah dipastikan tersingkir, justru tampil tanpa beban dan mampu memberikan perlawanan sengit sejak menit-menit awal.
Les Grenadiers membuka keunggulan lebih dulu melalui Lenny Joseph. Penyerang Haiti itu sukses memanfaatkan umpan matang Jean-Kevin Duverne dan menaklukkan Yassine Bounou untuk membawa timnya unggul 1-0.
Gol cepat tersebut membuat Maroko tersentak. Pasukan Mohamed Ouahbi langsung meningkatkan tempo permainan dan menggempur pertahanan Haiti. Sejumlah peluang diciptakan Ayoub El Kaabi, Achraf Hakimi, dan Sofyan Amrabat, tetapi kiper Johny Placide tampil gemilang di bawah mistar.
Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil ketika Hakimi memanfaatkan bola muntah di kotak penalti untuk menyamakan skor menjadi 1-1.
Namun Haiti kembali membuat kejutan. Berawal dari kesalahan Maroko dalam membangun serangan, Duverne merebut bola dan mengalirkannya kepada Wilson Isidor. Dengan sepakan keras dari luar kotak penalti, Isidor mengembalikan keunggulan Haiti menjadi 2-1.
Keunggulan itu tidak bertahan lama. Menjelang turun minum, Maroko kembali menyamakan kedudukan lewat Ismael Saibari yang menyelesaikan umpan silang Hakimi dengan sentuhan akurat. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 2-2 saat babak pertama berakhir.
Selain menjaga harapan Maroko, gol Saibari juga mencatatkan sejarah tersendiri. Ia menjadi pemain Afrika pertama yang mampu mencetak gol dalam tiga pertandingan fase grup Piala Dunia secara beruntun.
Memasuki babak kedua, Maroko tampil semakin dominan. Mereka terus menekan demi menghindari hasil mengecewakan yang bisa mengancam posisi di klasemen grup.
Gol yang ditunggu akhirnya hadir ketika Soufiane Rahimi memanfaatkan bola hasil sundulan Chadi Riad dari situasi sepak pojok. Tembakan Rahimi yang berubah arah membuat Placide tidak mampu mengantisipasi bola dan Maroko berbalik unggul 3-2.
Haiti mencoba memberikan respons, tetapi stamina dan kualitas individu pemain Maroko mulai menjadi pembeda. Pada masa injury time, Rahimi kembali berperan penting dengan menjaga bola tetap hidup sebelum mengirim umpan kepada Gessime Yassine.
Pemain muda tersebut kemudian menuntaskan peluang dengan tenang untuk mencetak gol internasional senior pertamanya sekaligus memastikan kemenangan Maroko 4-2.
Hasil ini membawa Maroko melaju ke babak 32 besar dengan kepercayaan diri tinggi sekaligus memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka menjadi 32 pertandingan di semua kompetisi.
Sementara bagi Haiti, kekalahan ini menutup perjalanan yang mengecewakan di Piala Dunia 2026. Mereka gagal meraih satu poin pun di fase grup dan kini mencatat enam kekalahan dari enam pertandingan sepanjang sejarah penampilan mereka di putaran final Piala Dunia.











