BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Timnas Brasil mendapatkan suntikan moral besar setelah Neymar Jr akhirnya kembali merumput dalam kemenangan 3-0 atas Skotlandia pada laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026, Kamis (25/6/2026) pagi WIB. Bagi sang bintang, momen tersebut menjadi akhir dari penantian panjang selama 981 hari untuk kembali mengenakan seragam Selecao di pertandingan resmi.
Penyerang berusia 34 tahun itu tampil sebagai pemain pengganti pada babak kedua dan langsung disambut gemuruh suporter di stadion. Kehadirannya menjadi salah satu sorotan utama pertandingan setelah sebelumnya harus melewati masa pemulihan panjang akibat cedera ligamen lutut, disusul gangguan cedera betis yang membuatnya absen pada dua laga awal fase grup.
Usai pertandingan, Neymar mengungkapkan emosinya yang tak terbendung. Ia mengaku menyendiri di ruang ganti untuk meluapkan rasa haru setelah akhirnya kembali membela negaranya di panggung terbesar sepak bola dunia.
“Saya pergi ke ruang ganti sendirian dan menangis. Rasanya seperti beban yang sangat besar akhirnya terangkat. Ini adalah momen penuh rasa syukur. Saya berterima kasih kepada Tuhan karena bisa kembali merasakan semua ini,” ujar Neymar.
Kembalinya pemain Santos tersebut bukan sekadar menambah opsi di lini depan Brasil, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan setelah melewati salah satu periode tersulit dalam kariernya. Cedera yang dialami sejak 2023 sempat memunculkan keraguan apakah ia masih mampu tampil di Piala Dunia 2026.
Neymar mengakui suasana di dalam tim nasional kini terasa berbeda dibanding saat terakhir ia membela Brasil hampir tiga tahun lalu. Namun perubahan itu justru memberinya semangat baru untuk kembali memberikan kontribusi bagi Selecao.
“Saya sudah cukup lama tidak berada di sini sehingga sekarang tim ini terasa berbeda. Saya melihat semuanya dengan sudut pandang yang baru. Namun saya sangat bahagia bisa kembali bermain di Piala Dunia dan membela tim nasional Brasil setelah sekian lama,” tuturnya.
Meski baru bermain sebagai pemain pengganti, kehadiran Neymar memberi sinyal positif bagi pelatih Carlo Ancelotti menjelang fase gugur. Pengalaman dan kualitas pemain yang telah mencatatkan 79 gol internasional itu diyakini masih akan menjadi senjata penting saat Brasil menghadapi tantangan yang lebih berat.
Sejak menjalani debut di Piala Dunia pada 2014, Neymar kini telah tampil dalam empat edisi turnamen tersebut. Sepanjang kariernya di ajang itu, ia telah mengoleksi delapan gol dan empat assist untuk Brasil.
Brasil sendiri menutup fase grup sebagai juara Grup C dengan performa meyakinkan dan kini bersiap menghadapi runner-up Grup F di babak 32 besar. Kembalinya Neymar menjadi tambahan kekuatan yang diharapkan mampu membawa Selecao melangkah lebih jauh dalam upaya merebut gelar juara dunia keenam mereka.










