BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Menjamurnya TWS dan headphone nirkabel, banyak yang mulai meninggalkan earphone berkabel karena dianggap kuno. Tapi tunggu dulu, apakah benar wireless selalu lebih baik? Ternyata, masing-masing punya keunggulan dan kelemahan tersendiri yang bisa jadi penentu utama sesuai kebutuhan kamu. Berikut ini perbandingan mendalam antara earphone wired dan wireless, berdasarkan data objektif dari pengujian dan pengalaman pengguna.
Earphone Berkabel
Earphone berkabel memang sudah ada sejak era awal pemutar musik digital, dan hingga kini masih punya tempat spesial di kalangan audio enthusiast. Salah satu keunggulan utamanya tentu dari sisi harga: adaptor audio 3.5mm atau earphone berkabel standar masih jauh lebih murah dibanding membeli TWS atau headphone Bluetooth baru. Bahkan dari sisi daya tahan, earphone berkabel terbukti lebih tangguh. Ada contoh earphone yang tetap berfungsi normal setelah 10 tahun pemakaian dan bahkan dua kali masuk ke mesin cuci. Ini berkat tidak adanya baterai yang bisa rusak seiring waktu, serta komponen yang lebih sederhana.
Baca Juga:
Daftar HP Samsung yang Dapat Rilisan One UI 7
Xiaomi Bakal Rilis Dua HP Lipat Baru, Mix Fold 4 dan Mix Flip
Dari sisi kualitas suara, wired headphone dan IEM biasanya unggul, terutama jika kamu memakai perangkat mid–high-end. Koneksi kabel memberikan jalur transmisi sinyal audio yang stabil dan tanpa delay. Selain itu, desain wired cenderung lebih ringan dan pas di telinga karena tidak harus menampung baterai dan chip wireless. Namun, bukan berarti tanpa kelemahan. Kabel yang mudah kusut bisa jadi masalah klasik, dan banyak ponsel modern kini tak lagi memiliki port jack 3.5mm, membuat pengguna harus membawa adaptor tambahan ke mana-mana.
Earphone Nirkabel
Sementara itu, earphone nirkabel muncul sebagai jawaban atas kebutuhan mobilitas dan kepraktisan. Tidak ada lagi cerita kabel kusut atau nyangkut saat olahraga. Cukup keluarkan dari casing, sambungkan lewat Bluetooth, dan kamu siap mendengarkan musik. Desain TWS pun makin hari makin compact dan canggih, dengan masa pakai baterai yang meningkat—bahkan ada yang mampu bertahan lebih dari 10 jam dalam satu kali pemakaian, dengan tambahan baterai dari casing-nya.
Namun, TWS dan headphone wireless tetap memiliki beberapa titik lemah. Yang paling utama adalah baterai yang pasti menurun kinerjanya seiring waktu. Tidak sedikit kasus di mana TWS harus dibuang dalam waktu 1–2 tahun karena baterainya sudah soak dan tidak bisa diganti. Harganya pun relatif lebih mahal dibandingkan wired headphone dengan kualitas audio sebanding. Masalah lain seperti koneksi putus-nyambung, potensi jatuh dari telinga, atau kerusakan akibat air (apalagi kalau tak sengaja masuk mesin cuci), juga menjadi pertimbangan serius.
Dari sisi kenyamanan, memang ada yang merasa wireless lebih simpel, tapi tak sedikit juga yang mengeluhkan earbud TWS terasa berat atau kurang pas karena desainnya harus menampung komponen tambahan seperti baterai, chip Bluetooth, dan mikrofon.
Beberapa keunggulan tambahan dari wireless adalah hadirnya fitur-fitur modern seperti noise cancellation, transparansi mode, hingga touch control. Tapi ini juga berarti makin banyak hal yang bisa rusak. Di sisi lain, wired earphone meski terkesan kuno, justru karena kesederhanaannya itulah membuatnya lebih tahan banting dan tidak rewel.
Jadi, mana yang lebih baik? Jawabannya kembali ke kebutuhanmu. Kalau kamu mencari kualitas suara terbaik dan awet untuk jangka panjang tanpa repot charging, earphone berkabel masih jadi pilihan solid. Tapi kalau kamu butuh kenyamanan, mobilitas, dan fitur kekinian, wireless jadi solusi praktis—tentu dengan risiko harus upgrade setiap beberapa tahun.
Kalau bisa disimpulkan secara sederhana: wired untuk audio, wireless untuk mobilitas.
Penulis:
Daniel Oktorio Saragih
Ilmu Komunikasi
Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI)