BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Indonesia di kancah internasional. Imam Pesuwaryantoro, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka (UT) Jakarta, berhasil meraih Juara 1 The Best Youth Innovation Speak-up Forum pada ajang Japan International Youth Innovation Summit (JIYIS) 2025 yang digelar di Tokyo, Jepang, pada 15–17 November 2025.
Ajang bergengsi tersebut diikuti oleh 25 inovator muda dari berbagai negara, yang mempresentasikan gagasan inovatif di bidang sosial, teknologi, dan pendidikan. Dalam kompetisi ini, Imam tampil unggul lewat inovasi digital berupa platform Media Aggregator berbasis kecerdasan buatan (AI).
Platform yang dikembangkan Imam dirancang untuk membantu proses publikasi rilis berita secara lebih cepat, terintegrasi, dan terjangkau, khususnya bagi kampanye sosial, komunitas, hingga pelaku UMKM yang selama ini memiliki keterbatasan akses media.
Baca Juga:
Sampah Plastik Terdeteksi Otomatis, Inovasi Mahasiswa UNAIR Raih Best Presentation
Menariknya, ide pengembangan platform ini berawal dari tugas Mata Kuliah Teknik Public Relations semester 8 di UT Jakarta. Dari tugas akademik tersebut, Imam mengembangkannya menjadi solusi nyata yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat luas.
“Media Aggregator berbasis AI ini saya rancang untuk menjembatani kebutuhan publikasi kampanye sosial, komunitas, dan UMKM agar lebih terdengar di ruang publik,” ujar Imam dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (15/12/2025).
Selain menerima penghargaan utama, Imam juga mengikuti berbagai rangkaian kegiatan JIYIS 2025, seperti Cross Cultural Program, campus tour, serta presentasi akademik yang memperkaya wawasannya terhadap budaya dan sistem pendidikan Jepang.
Prestasi ini sekaligus mencerminkan pendekatan pembelajaran Universitas Terbuka Jakarta yang mendorong mahasiswa mengaplikasikan teori ke dalam inovasi praktis. Melalui sistem pembelajaran fleksibel, dukungan riset, dan jejaring global, UT Jakarta terus membuka ruang bagi mahasiswa untuk bersaing di tingkat internasional.
Keberhasilan Imam tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai penghasil inovator muda yang mampu berkontribusi dalam perkembangan teknologi dan komunikasi global.
(Budis)











