Mahasiswa UC Surabaya Sulap Sayur Asem Jadi Keripik, Tembus Top 4 Kompetisi Pangan Internasional SIAL

Mahasiswa UC Surabaya
Tiga mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pariwisata Universitas Ciputra (UC) Surabaya sukses membawa kuliner rumahan khas Indonesia (Foto: UC Surabaya).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Tiga mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pariwisata Universitas Ciputra (UC) Surabaya sukses membawa kuliner rumahan khas Indonesia, sayur asem, naik kelas ke panggung internasional. Melalui inovasi keripik sayur asem, karya mereka berhasil menembus Top 4 SIAL Innovation, ajang kompetisi pangan bergengsi tingkat dunia yang digelar di Jakarta.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Devina Angela, Melvina Tjian, dan Cindy Kristina. Produk inovatif yang mereka kembangkan mendapat apresiasi juri internasional karena mampu menghadirkan cita rasa autentik Nusantara dalam format camilan modern dan sehat.

Ajang SIAL Innovation sendiri berada di bawah jaringan pameran dagang global Salon International de l’Alimentation (SIAL) yang rutin digelar di berbagai negara. Kompetisi ini dikenal sebagai etalase lahirnya produk pangan masa depan dari para inovator dunia.

Berawal dari Eksperimen Sederhana

Devina mengungkapkan ide keripik sayur asem berawal dari eksperimen sederhana mengolah buah dan sayuran seperti stroberi, nanas, dan jagung menjadi keripik. Namun, keinginan menghadirkan produk yang lebih merepresentasikan identitas Indonesia mendorong mereka memilih sayur asem sebagai bahan utama.

Inspirasi juga datang dari peserta asal Korea Selatan yang memperkenalkan kimchi dalam format modern. Dari situ, ketiganya terpacu menghadirkan rasa asam segar khas Nusantara yang familiar bagi lidah masyarakat Indonesia.

“Yang membedakan produk kami adalah proses pengolahannya. Seluruh serat sayuran dimanfaatkan dan tidak melalui proses penggorengan, sehingga lebih sehat,” ujar Devina, dikutip dari laman resmi UC, Rabu (10/12/2025).

Proses Tanpa Minyak, Tetap Bernutrisi

Bahan-bahan seperti labu siam, jagung, kubis, dan campuran oat dihaluskan, lalu dibumbui gula Jawa, asam Jawa, serta rempah khas sayur asem. Adonan kemudian dicetak berbentuk bulat dan dikeringkan selama 20 jam pada suhu 80 derajat Celsius menggunakan mesin dehydrator.

Metode tersebut membuat keripik tetap renyah tanpa minyak, sekaligus menjaga kandungan vitamin dan serat alami di dalamnya.

“Kami ingin menciptakan camilan yang lebih sehat, tetap nikmat, dan tidak menghilangkan rasa autentik sayur asem,” tambah Devina.

Menjawab Tren Ngemil Sehat

Format keripik dipilih karena sesuai dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang gemar ngemil. Meski terlihat sederhana, proses pengembangan produk ini melalui banyak tahap uji coba.

Melvina mengungkapkan mereka harus melakukan berbagai eksperimen untuk menemukan komposisi rasa dan tekstur yang paling pas.
“Butuh banyak percobaan sampai akhirnya mendapatkan formula terbaik,” ujarnya.

Dalam setiap takaran saji 20 gram, keripik ini mengandung energi 20 kkal, karbohidrat 4 gram, dan natrium 160 mg. Kandungan serat tetap terjaga karena seluruh bahan diolah tanpa minyak.

Baca Juga:

Sampah Plastik Terdeteksi Otomatis, Inovasi Mahasiswa UNAIR Raih Best Presentation

Dilirik Juri Internasional

Keunikan konsep dan cita rasa membuat keripik sayur asem menarik perhatian juri. Dari puluhan peserta asal Korea Selatan, Malaysia, Filipina, hingga Indonesia, produk ini lolos ke 10 besar sebelum akhirnya menempati posisi Top 4 SIAL Innovation.

Kepala Program Studi Teknologi Pangan UC, Mitha Ayu Pratama Handojo, S.TP., M.Sc., menyebut ajang ini sebagai langkah awal mahasiswa mengeksplorasi potensi kuliner Indonesia di pasar global.

“Penggunaan sayuran asli yang diolah menjadi keripik sehat bernilai serat tinggi adalah keunggulan utama produk ini,” ujarnya.

Mulai Dipasarkan dan Disiapkan Paten

Saat ini, keripik sayur asem tersebut telah dipasarkan melalui media sosial dengan sistem pre-order. Satu kemasan berisi 20 gram dibanderol Rp25.000. Meski masih diproduksi dalam skala kecil, permintaan datang rutin setiap bulan, bahkan meningkat signifikan saat dipamerkan di Jakarta hingga mencatat omzet dua digit.

Ketiganya juga tengah mengurus pendaftaran paten serta menyiapkan pengembangan varian rasa baru.

“Inovasi ini bukan sekadar keripik, tetapi bukti bahwa generasi muda mampu mengolah kekayaan bahan lokal dengan teknologi pangan untuk bersaing di tingkat internasional,” tutup Mitha.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Prediksi Skor Lille vs Crvena Zvezda Liga Europa 2025/2026
Calvin Verdonk Ukir Dua Rekor di Liga Champions
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Calvin Verdonk kembali mencatatkan sejarah di Liga Champions 2026/2027....
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
Berita Lainnya

1

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...

2

Woodyland Eatery Bandung
Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Woodyland Eatery merupakan salah satu kafe baru yang ada di Bandung....

3

AC Milan
AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — AC Milan berhasil kalahkan Como dengan skor 2-1 dalam pertandingan...

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok
Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Bagi umat muslim, jadwal adzan magrib merupakan hal yang penting ketika...

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian...
Headline
WhatsApp Image 2026-10-22 at 17.17
Hampir Dua Dekade di Industri Perhotelan, Babak Baru Dimulai: Yunindra Hardino Pimpin Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung sebagai General Manager
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung mengumumkan pengangkatan Mr....
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...