Lirik Lagu Hari Lebaran-Ismail Marzuki, Sindir Korupsi Pejabat!

hari lebaran ismail marzuki
(YouTube)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pencipta lagu Hari Lebaran, Ismail Marzuki lahir pada 11 Mei 1914 di Batavia. Saat Indonesia sedang berada dalam kolonialisme, Ismail melihat bahwa musisi menjadi profesi yang jarang ditemui.

Ia berkesempatan bermain musik selama lima jam setiap hari. Kesempatan itu membuat Ismail mampu menguasai delapan alat musik, yaitu harmonika, mandolin, gitar, ukulele, violin, accordion, saxophone, dan piano.

Salah satu lagu ciptaan Ismail Marzuki yang paling terkenal adalah Rayuan Pulau Kelapa. Bahkan, lagu tersebut kerap diputar sebagai lagu penutup Stasiun TVRI selama pemerintahan Orde Baru. Di sisi lain, lagu lain yang diciptakannya malah menuai kontroversi, yaitu Halo-Halo Bandung.

Kontroversi tersebut bukan tertuju pada substansi, melainkan dalam aspek keasliannya. Banyak pihak meragukan dan memperdebatkan lagu Halo-Halo Bandung ciptaan Ismail Marzuki.

Ismail Marzuki juga menciptakan lagu momen Lebaran berjudul Hari Lebaran. Pada era 1950-an, ia mengubah lagu Hari Lebaran menuruti permintaan Mas Yos, seniman dan pemilik perusahaan rekaman lagu di Jakarta.

Mas Yos mengenang bahwa lagu itu berhasil memotret keadaan 1950-an yang bercerita tentang pemimpin dan tata kehidupan kota, yaitu ironis dan karikatural.

Mas Yos menjadi pemesan lagu dan mengenalkannya ke publik yang direkam pada 1954 di Studio RRI Jakarta dengan iringan musik Lima Seirama lantaran suaranya paling cocok.

Lirik Lagu Hari Lebaran Ismail Marzuki

Setelah berpuasa satu bulan lamanya
Berzakat fitrah menurut perintah agama
Kini kita beridul fitri berbahagia
Mari kita berlebaran bersuka gembira

Berjabat tangan sambil bermaaf-maafan
Hilang dendam habis marah di hari lebaran

Minal aidin wal faizin
Maafkan lahir dan batin
Selamat para pemimpin
Rakyatnya makmur terjamin

Dari segala penjuru mengalir ke kota
Rakyat desa berpakaian baru serba indah
Setahun sekali naik trem listrik perey
Hilir mudik jalan kaki pincang sampai sore

Akibatnya tengteng selop sepatu terompe
Kakinya pada lecet babak belur berabe

Maafkan lahir dan batin
lang tahun hidup prihatin
Cari wang jangan bingungin
lan Syawal kita ngawinin

Cara orang kota berlebaran lain lagi
Kesempatan ini dipakai buat berjudi
Sehari semalam main ceki mabuk brandi
Pulang sempoyongan kalah main pukul istri

BACA JUGA:

Lirik Lagu Bulan Baik Ungu, Sambut Ramadhan 2025!

Lirik Lagu Aku Dah Lupa Zia dan Mikky, Viral di TikTok!

Akibatnya sang ketupat melayang ke mate
Si penjudi mateng biru dirangsang si istri

Maafkan lahir dan batin
lang taon hidup prihatin
Kondangan boleh kurangin
Korupsi jangan kerjain.

(Kaje)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City