Legislator Desak Usut Tuntas Pembakaran Kantor KPU Buru Maluku

Legislator Minta Usut Tuntas Pembakaran Kantor KPU Buru Maluku
Kantor KPU Buru, Provinsi Maluku, mengalami peristiwa kebakakaran pada Jumat (28/1/2025) (Dok. Radio Republik Indonesia)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Polres Buru telah mengamankan pelaku pembakaran KPU Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, yang terjadi pada 28 Februari 2025. Dalam pengungkapan kasus tersebut, Polres Buru menetapkan tiga tersangka, yakni RH (48) yang merupakan Bendahara KPU Buru, SB (45) mantan Komisioner PPK Fenaleisela, dan AT (42).

Adapun motif di balik aksi pembakaran tersebut adalah untuk menghindari pemeriksaan dan pertanggungjawaban anggaran Pilkada tahun 2024 senilai Rp33 miliar.

“Motifnya adalah untuk menghindari pemeriksaan penggunaan anggaran Pilkada 2024 dari KPU RI. Para pelaku berupaya menghilangkan dokumen-dokumen laporan pertanggungjawaban anggaran,” kata Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang, di Ambon, Sabtu (19/4/2025).

Menyikapi hal tersebut, Komisi II DPR RI meminta agar kasus pembakaran kantor KPU Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, diusut tuntas. Termasuk, soal siapa saja pihak yang diduga terlibat dalam pembakaran tersebut.

BACA JUGA:

Demi Hindari Pemeriksaan Dana Rp 33 M, Bendahara KPU Buru Maluku Bakar Kantor

Tersangka Korupsi Aset KAI Rp21,91 M Ditahan Kejari Medan

“Pertama, terkait dengan pembakarannya tentu harus diusut secara hukum dengan selurus-lurus dan seadil-adilnya. Termasuk, harus dicek siapa saja pihak yang terlibat,” kata Ketua Komisi II DPR, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, Minggu (20/4/2025).

“Bukan hanya dalam pihak sekretariat. Tidak terkecuali juga komisioner yang memungkinkan ikut serta di dalam proses itu,” ujarnya menegaskan.

Menurut Rifqinizamy, apabila memang ada penyalahgunaan penggunaan dana pemilu, maka proses hukum harus berjalan. Komisi II DPR akan meminta kepada KPU RI melalui Sekretariat Jenderal KPU dan Inspektorat Jenderal KPU untuk melakukan audit internal.

Komisi II DPR RI juga akan meminta kepada auditor negara, dalam hal ini BPK RI, untuk melakukan audit investigatif. Bukan hanya terhadap KPU Buru, tetapi juga terhadap seluruh penggunaan dana pemilu legislatif dan pemilu presiden, terutama pilkada yang menggunakan dana hibah dari provinsi, kabupaten/kota.

“Ini kami harapkan akan menjadi pembuka kotak Pandora jika terjadi penyelewengan,” ucap Rifqinizamy.

Hal lain yang juga menjadi perhatiannya adalah soal tata keuangan pemilu. Menurutnya, jika memang ditemukan masalah dalam soal pengelolaan keuangan pemilu, maka hal itu juga harus menjadi bahan evaluasi.

“Jika memang tata kelola keuangan kepemiluan kita bermasalah, ini akan menjadi bahan penting bagi evaluasi kepemiluan,” kata dia.

Ia mengungkapkan, RH disebut sebagai dalang utama yang merancang aksi pembakaran, sekaligus menyiapkan logistik. Sementara, eksekutor lapangan adalah AT, yang dibantu oleh SB.

(Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian