BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — ONIC Esports berada dalam situasi krusial yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Setelah menelan kekalahan mengejutkan dari Yangon Galacticos di Round 2, Raja Langit kini harus menghadapi Team Spirit dalam pertandingan yang menentukan nasib mereka di M7 World Championship. Pertandingan Best of 1 yang dijadwalkan Selasa (13/1/2026) pukul 17.00 WIB di XO Hall MPL Arena, Jakarta Barat. Laga ini bukan sekadar laga biasa, melainkan pertarungan bertahan hidup.
Dengan rekor 1 menang dan 1 kalah, ONIC kini berada di Pool 1-1, posisi yang sangat tidak nyaman untuk tim dengan ambisi dan harapan besar memenangkan trofi M7 di kandang sendiri. Format Swiss Stage tidak memberikan ampun: tiga kemenangan memastikan lolos Knockout Stage, tiga kekalahan berarti eliminasi. Dan dalam format BO1, satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal.
Hasil Swiss Stage Day 3: Alter Ego Melaju, ONIC Tertekan
Senin (12/1/2026) menjadi hari yang kontras bagi kedua wakil Indonesia. Alter Ego tampil dominan dengan mengalahkan Yangon Galacticos 2-0 dalam format BO3, mengamankan tiket langsung ke Knockout Stage sebagai tim pertama yang finish dengan rekor sempurna 3-0. Performa Yazukee dan tim sangat meyakinkan, membuktikan bahwa mereka pantas menjadi salah satu favorit bakal juara M7.
Sementara itu, hasil pertandingan lain di Day 3 turut mengubah peta persaingan:
- CG Esports 2-0 DFYG: Malaysia mengalahkan Tiongkok dan naik dari Pool 0-2
- Team Falcons 1-0 Black Sentence: Arab Saudi unggul atas Chile di Pool 1-1
- Aurora PH 1-0 Zone Esports: Filipina menang tipis atas Mongolia di Pool 0-2
Kemenangan Alter Ego membuat posisi satu wakil Indonesia masih terjaga di Swiss Stage. Namun tekanan kini sepenuhnya ada di pundak ONIC mereka harus membuktikan bahwa Indonesia bukan hanya diwakili oleh satu tim kuat, tetapi dua tim yang berambisi untuk memperebutkan trofi M7. Memasuki Day 4, fokus utama publik esports Indonesia tertuju kepada ONIC yang harus menjalani pertandingan kunci untuk menghindari eliminasi dini.
Baca Juga:
Kekalahan yang Mengubah Segalanya
Kekalahan 0-1 dari Yangon Galacticos di Round 2 menjadi pukulan mental yang sangat berat bagi ONIC. Tim yang datang dengan status juara MPL Indonesia Season 15 dan 16, ditambah gelar Games of the Future 2025, harus mengakui keunggulan tim Myanmar yang bermain dengan disiplin luar biasa. Ying terpilih sebagai MVP dengan performa cemerlang yang membuat Los Galacticos tidak bisa berbuat banyak.
Yang paling menyakitkan adalah ONIC kehilangan momentum positif setelah comeback dramatis mereka melawan Boostgate di Round 1. Kiboy yang menjadi hero dengan dua hook game-changing saat itu tidak bisa mengulangi performa magisnya melawan Yangon. Kini, tim harus bangkit dengan cepat atau risiko eliminasi akan semakin nyata.
Team Spirit: Lawan yang Tidak Boleh Diremehkan
Team Spirit berada di situasi yang sama, mereka juga berada di Pool 1-1 setelah kalah dari Selangor Red Giants di Round 2. Tim asal EECA (Eastern Europe and Central Asia) ini kalah 0-1 dengan skor 11-13 dalam pertandingan yang cukup ketat, di mana SRG seolah tidak memberikan celah bagi mereka ntuk melakukan comeback.
Meski tidak mendapat sorotan dari publik seperti tim-tim dari Asia Tenggara, Team Spirit membuktikan mereka bukan tim yang datang untuk sekadar mengisi slot. Di Round 1, mereka mengalahkan Evil dan menunjukkan bahwa mereka punya kualitas untuk bersaing. Gaya bermain mereka yang disiplin dan terstruktur bisa menjadi ancaman serius bagi ONIC yang sedang dalam tekanan mental.
Yang membuat Team Spirit berbahaya adalah mereka tidak punya beban berat seperti ONIC. Sebagai tim dari region yang tidak terlalu diperhitungkan, mereka bermain dengan sebuah mindset yang bisa membuat mereka tampil lebih bebas dan kreatif.
Tekanan Bermain di Kandang Sendiri
Faktor home advantage yang seharusnya menjadi keuntungan ONIC kini justru berubah menjadi beban. Ribuan fans Indonesia di XO Hall datang dengan ekspektasi tinggi. Mereka ingin melihat ONIC dan Alter Ego sama-sama lolos Knockout Stage dan bersaing untuk membawa pulang trofi M7.
Namun sementara Alter Ego sudah mengamankan tiket Knockout Stage dengan poin 3-0, ONIC masih harus berjuang keras di Pool 1-1. Tekanan psikologis ini sangat besar. Setiap kesalahan akan disorot, setiap kekalahan akan menjadi headline negatif. Dan yang paling menakutkan jika kalah dari Team Spirit, ONIC akan turun ke Pool 1-2. Posisi yang sangat berbahaya di mana mereka harus menang dua kali berturut-turut tanpa kalah lagi untuk lolos ke fase berikutnya.
Prediksi: ONIC Favorit, tapi Tekanan Mental bisa Mengacaukan
Jika melihat kualitas pemain dan pengalaman internasional, ONIC seharusnya bisa mengalahkan Team Spirit. Los Galacticos memiliki roster yang sangat superior secara individu. Mereka juga bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh dari fans Indonesia. Dan yang paling penting mereka tahu bahwa kekalahan akan menjadi bencana besar untuk mental tim.
Namun faktor tekanan mental tidak bisa diabaikan. ONIC berada dalam posisi yang tidak pernah mereka alami sebelumnya di turnamen besar. Mereka terdesak dan harus menang. Di sisi lain, Team Spirit bermain dengan lebih rileks karena tidak ada ekspektasi besar dari mereka.
Prediksi skor akhir: ONIC Esports 1-0 Team Spirit
ONIC akan menang, tapi ini akan menjadi pertandingan yang jauh lebih sulit dari yang dibayangkan. ONIC harus bermain dengan kepala dingin sejak draft phase hingga base lawan hancur. Satu kesalahan, maka mimpi mereka mengangkat trofi M7 di kandang sendiri bisa berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.
Kemenangan akan membawa ONIC ke Pool 2-1, di mana mereka hanya butuh satu kemenangan lagi untuk lolos Knockout Stage. Kekalahan? Jangan sampai terjadi karena jalan menuju Knockout akan semakin panjang dan berbahaya di Pool 1-2.
Bagi Raja Langit, ini adalah momen untuk membuktikan bahwa mereka adalah juara sejati yang bisa bangkit dari keterpurukan. Atau ini akan menjadi awal dari kejatuhan yang tragis di kandang sendiri.
(Magang UIN Bandung/Adit Ramadhan)











