SUMEDANG, TEROPONGMEDIA.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, memberikan pembekalan mendalam kepada Praja Utama Angkatan 33 Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Dalam Kuliah Umum yang digelar di Balairung Rudini, IPDN Kampus Jatinangor, Kamis (25/6/2026), KDM menekankan pentingnya calon pemimpin masa depan memahami konsep negara tidak hanya dari struktur birokrasi, melainkan juga dari perspektif tradisi dan kebudayaan.
Di hadapan ribuan praja, KDM memaparkan pandangan filosofisnya mengenai hakikat sebuah negara. Menurutnya, secara konstitusional negara memang dibagi ke dalam struktur kewenangan mulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga desa. Namun secara kultur, negara sejatinya terdiri atas empat komponen utama.
“Negara itu menurut saya cuma satu, struktur kewenangan, itu struktur konstitusional. Tetapi dari sisi kultur, negara itu ada empat komponen. Negara itu adalah tanah, negara itu adalah air, negara itu adalah udara, negara itu adalah matahari,” ujar KDM berfilosofi.
Oleh karena itu, KDM meminta para praja IPDN yang merupakan calon-calon pamong praja untuk memahami rumusan negara dalam sebuah keutuhan tradisi. Ia mengaitkan komponen-komponen alam tersebut dengan kearifan lokal Nusantara.
“Kalian harus memahami rumusan negara dalam perspektif tradisi, dalam perspektif kebudayaan, sehingga memahami dalam sebuah keutuhan. Mengapa namanya tanah, air, udara, dan matahari itu harus satu kesatuan. Satu kesatuan dalam pandangan orang Jawa itu disebutnya dengan Papat Kalima Tunggal. Kalau perspektif orang Sunda Papat Kalima Pancer,” urai KDM.
Lebih lanjut, KDM menjelaskan bahwa falsafah papat kalima tunggal atau papat kalima pancer tersebut masuk ke dalam sistem keyakinan di mana manusia yang memiliki ruh menjadi bagian di dalamnya, yang kemudian mengarah pada kesempurnaan diri (sangkan paraning dumadi).
Ia juga sempat menyinggung sejarah masa lalu mengenai konsep Manunggaling Kaula Gusti yang kerap disalahpahami karena dinamika politik dan ketidakadilan tata negara pada zamannya. Melalui refleksi budaya ini, KDM berharap para Praja Utama IPDN dapat memimpin dengan hati dan integritas yang kuat, menyatu dengan alam dan masyarakat yang mereka layani kelak.
Kuliah umum bertajuk “Sinergitas Kepemimpinan Daerah dan Aparat Penegak Hukum dalam Mewujudkan Pemerintahan yang Adaptif, Stabil, dan Berintegritas Menuju Indonesia Emas 2045” ini dibuka langsung oleh Rektor IPDN, Dr. H. Halilul Khairi, M.Si. Selain KDM, acara ini juga menghadirkan Narasumber Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM Intel) Kejagung RI, Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., LL.M.
Dalam sambutannya, Rektor IPDN Halilul Khairi menyampaikan bahwa IPDN saat ini memiliki 3.533 praja dari seluruh provinsi di Indonesia. Ia berharap pembekalan dari para tokoh nasional dan daerah seperti KDM dapat memperkuat wawasan kepemimpinan tata kelola pemerintahan yang baik bagi para calon pemimpin masa depan tersebut.











