Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia Senin Pagi, Polusi 19 Kali di Atas Batas WHO!

udara jakarta terburuk di dunia
Ilustrasi. (dok. Greenpeace)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.IDKualitas udara Jakarta kembali masuk kategori tidak sehat pada Senin (8/10/2025). Bahkan, menduduki peringkat pertama sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Melansir situs pemantau kualitas udara IQAir, pada pukul 07.04 WIB, kualitas udara di Jakarta masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif dengan angka 179.

Kemudian, konsentrasi polutan utama berupa PM2,5 tercatat mencapai 95 mikrogram per meter kubik, atau 19 kali lebih tinggi dari nilai ambang tahunan yang direkomendasikan WHO

Angka konsentrasi itu setara dengan 19 kali nilai panduan kualitas udara tahunan organisasi kesehatan dunia (WHO). PM 2,5 adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron (mikrometer).

Sebagai Informasi, PM2,5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil (kurang dari 2,5 mikron) yang berbahaya karena bisa masuk ke dalam saluran pernapasan hingga ke paru-paru.

Dengan kondisi tersebut, kelompok sensitif disarankan agar sebaiknya tidak beraktivitas di luar ruangan.

Kelompok sensitif juga lebih baik agar menggunakan masker. Tak jauh berbeda, masyarakat umum juga disarankan agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga:

10.00 Warga Tangerang Derita Katarak, 81 Persen Sudah Buta Total!

Puting Beliung Terjang Jalan Terusan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Warga Panik, Satu Pohon Tumbang

Data Pemprov DKI Berbeda

Namun, pantauan situs resmi Pemprov DKI Jakarta, udara.jakarta.go.id, menunjukkan hasil yang berbeda. Dari 111 stasiun pemantau kualitas udara (SPKU), mayoritas mencatat kualitas udara berada pada kategori baik hingga sedang.

Hanya terdapat dua titik SPKU yang masuk kategori tidak sehat, yakni:

  • SPKU SDN 07 Kramat Pela dengan angka indeks 124.
  • SPKU Kebon Jeruk dengan angka indeks 103.

Perbedaan data ini memunculkan pertanyaan publik terkait metodologi pengukuran serta lokasi stasiun pemantauan yang digunakan masing-masing pihak.

Sementara itu, situs resmi milik Pemprov DKI, yaitu udara.jakarta.go.id menunjukkan rata-rata kualitas udara di Jakarta pada Senin masuk ke dalam kategori baik dan sedang. Hanya ada dua titik yang masuk kategori tidak sehat dari 111 titik stasiun pemantau kualitas udara (SPKU).

Kedua titik yang masuk kategori tidak sehat itu, yakni di SPKU di SDN 07 Kramat Pela dengan angka 124 dan Kebon Jeruk dengan angka 103.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
tangerang-10k
Menabung di bank bjb Semakin Mudah Dapatkan Tiket Lari Tangerang 10K
WhatsApp Image 2026-07-20 at 12.15
Kasus Judi Online di Bojongloa Kaler Tinggi, Farhan: Penanganan Dimulai dari Keluarga
WhatsApp Image 2026-07-20 at 21.01
KDS Instruksikan OPD dan PDAM Bergerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan
Tas Eiger
Semua Tas Eiger Garansi Seumur Hidup, Dibuat Presisi dari Tenaga Terampil dan Mesin Canggih
WhatsApp Image 2026-07-20 at 20.30
BPJS Kesehatan Wilayah V Percepat Transformasi Digital, Permudah Akses Layanan JKN bagi Masyarakat Jabar
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025