Komnas HAM: 951 Orang Ditangkap Saat Demo 25 dan 28 Agustus 2025

demo dpr-3
(doc.Ambisius Lab)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mencatat sebanyak 951 demonstran ditangkap aparat kepolisian dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung pada Senin-Kamis, 25-28 Agustus 2025.

“Pada aksi unjuk rasa tertanggal 25 agustus 2025 pihak kepolisian menangkap 351 orang dan pada aksi unjuk rasa tertanggal 28 agustus 2025 pihak kepolisian diduga menangkap 600 orang,” kata Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM, Putu Elvina dalam konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Jumat (29/8/2025).

Selain itu, Komnas HAM juga menyebut terjadi penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh aparat dalam meredam massa aksi.

Salah satu bukti paling mencolok adalah insiden meninggalnya pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan yang ditabrak dan dilindas kendaraan lapis baja Brimob Polri.

“Telah terjadi penggunaan kekuatan yang berlebih oleh aparat dalam penanganan aksi unjuk rasa yang menyebabkan satu orang atas nama almarhum Affan Kurniawan meninggal dunia karena diduga kuat ditabrak dan dilindas oleh kendaraan taktis Brimob Polri,” ujar Putu.

Baca Juga:

4 Korban Demo DPR Masih Dirawat di RS Pelni, Termasuk 1 Ojol!

Demo Bandung Memanas, Massa Bakar Rumah Dekat DPRD Jabar 

“Selain itu diduga kuat terdapat ratusan korban mengalami luka-luka akibat kekerasan dalam upaya pengendalian massa oleh aparat kepolisian dan adanya penangkapan dan atau penahanan sewenang-wenang terhadap para pengunjuk rasa,” sambungnya.

Menurut Putu, aparat kepolisian telah melanggar Peraturan Kapolri Nomor 16 Tahun 2006 dan Nomor 1 Tahun 2009. Sebab, membatasi kebebasan berpendapat dan berekspresi secara berlebihan.

“Terjadi pembatasan tidak proporsional dan tidak perlu terhadap kebebasan berpendapat dan berekspresi oleh aparat. Penggunaan kekuatan yang berlebihan dan tidak sesuai dengan Perkapolri Nomor 16 tahun 2006 dan Perkapolri Nomor 1 Tahun 2009 terhadap peserta aksi merupakan pelanggaran hak kebebasan berpendapat dan berekspresi. Di mana pihak kepolisian melakukan pembubaran massa aksi pada pukul 15.00 WIB,” terang dia.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian