CIANJUR, TEROPONGMEDIA.ID — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 269 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung meresmikan Rocket Stove sebagai bagian dari program kerja pembakaran sampah di Kampung Awi, Dusun Ciwalen, Desa KawungLuwuk, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur, Selasa (18/8/2026).
Acara tersebut merupakan momentum bagi mahasiswa KKN 269 UIN Bandung bersama masyarakat untuk memperkenalkan salah satu alternatif dalam menangani persoalan sampah lingkungan.
Elsam (20), salah satu perwakilan mahasiswa KKN 269 UIN Bandung, menyampaikan dalam sambutan serah terima penanggung jawab Rocket Stove.
“Kami berhasil menjalankan serah terima program utama yang dibawakan oleh kelompok 269 UIN sebagai pemenuhan tuntutan utama yang diberikan oleh kampus,” ujarnya, Selasa (18/8/2026).
Rocket Stove sebagai Alternatif masalah sampah
Rocket Stove merupakan salah satu program kerja utama KKN 269 UIN Bandung dalam kategori pembakaran sampah lingkungan. Berbeda dengan pembakaran sampah pada umumnya, Rocket Stove menggunakan ruang pembakaran tertutup dengan api besar juga aliran udara yang dirancang dengan tinggi ±2,5 meter.
Menurut mahasiswa KKN 269, desain Rocket Stove dibuat untuk membantu mengurangi asap pada selama proses pembakaran agar lebih terkendali.
Dibuat menggunakan bata merah pada bagian ruang pembakaran. Alat tersebut memiliki satu lubang untuk memasukkan kayu bakar serta dilengkapi dengan batang besi sebagai penyangga sampah yang ditempatkan di atas pembakaran, seperti bakaran sate.
Bata ringan (hebel) dibentuk menyerupai persegi panjang dengan lubang di satu sisi untuk masuknya sampah. Lalu berbentuk ke atas dengan bentuk sama yang mengecil bertahap seperti cerobong.
Selain itu, terdapat juga papan informasi mengenai sampah anorganik terurai, berdasarkan keterangan waktu terurai yang dimulai dari 5 tahun, 20 tahun, 150 tahun, 450 tahun, hingga sampah tidak terurai yang tercantum di papan dengan tujuan mengedukasi masyarakat tentang pengetahuan penguraian sampah.
Peresmian Dihadiri Tokoh di Dusun Ciwalen
Peresmian berlangsung dengan hadirnya sejumlah pemangku kepentingan setempat, mulai dari Kepala Dusun Ciwalen, Miftah; Ketua RW, Junjun; para ketua RT dari RT 01 hingga RT 05, serta komunitas pemuda Kampung Loa Sari.
Kehadiran tersebut menunjukkan adanya dukungan dan kolaborasi dalam mendorong program lingkungan yang dapat terawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan setelah masa KKN berakhir.
Ketua RW, Junjun, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN 269 UIN Bandung.
“Saya berharap program ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh warga secara mandiri,” ujarnya, Selasa (18/8/2026).
Keberlangsungan Program Rocket Stove
Peresmian Rocket Stove ini menjadi salah satu program Mahasiswa KKN 269 UIN Bandung dalam merespons isu lingkungan. Program ini juga diharapkan tidak sekadar menghadirkan alat, tetapi menjadi bagian dari proses edukasi tentang penyelesaian masalah sampah bagi masyarakat.
Selain itu juga dapat meninggalkan jejak yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat Dusun Ciwalen, sekaligus menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara kampus dan masyarakat mampu melahirkan solusi bagi persoalan sehari-hari.











