BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Alan Efendhi awalnya tidak pernah membayangkan dari akan jadi seorang pengusaha sukses di bidang pertanian.
Namun kini, pria berusia 37 tahun ini berhasil menjadi pembudidaya dan pengolah Aloevera atau Lidah Buaya di Katongan, Ngilpar, Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta.
Bahkan ikut memberdayakan masyarakat sekitar sehingga menjadi lebih sejahtera melalui pola kemitraan.
Meski lahir dari keluarga petani, namun Alan memilih merantau ke Jakarta demi kehidupan lebih baik hanya dengan berbekal ijazah SMK jurusan otomotif.
“Alhamdulillah, tidak ada satu pabrik yang mau menerima saya menjadi karyawannya,” ujarnya dalam Workshop Menulis Feature & Bincang Inspiratif “Satukan Gerak, Terus Berdampak” yang digelar oleh Astra, Jumat (12/9/2025).

Berbagai upaya telah dilakukan dengan bekerja di berbagai tempat. Gajinya lantas ditabung untuk melanjutkan pendidikan formal.
Tapi setelah lulus, dia justru pesimis bisa mendapatkan pekerjaan. Malah muncul perasaan rindu kepada orang tua dan kampung halaman karena jarang pulang.
“Saya ingin dekat orang tua. Tapi kalau pulang kampung mau kerja apa di sana,” katanya.
Sebelum pulang kampung, dia mengumpulkan informasi tentang tanah kelahirannya yakni Gunungkidul yang beriklim kering dengan tanah tandus.
Kondisi itu membuat sektor pertanian menjadi kurang menjanjikan. Bahkan banyak warga yang bekerja sebagai kuli bangunan dan serabutan daripada menjadi petani.
Alan menemukan Aloevera atau lidah buaya dinilai cocok dengan lanskap kering Gunung Kidul.
Ia lantas pulang dengan membawa banyak bibit lidah buaya dari Pontianak.
Kepada kedua orangtuanya, Alan mengatakan bahwa bibit yang dibawa kelak akan mengangkat derajat keluarga.
“Saya minta doa dan restu dari orang tua, meski mereka ragu,” katanya.
Alan mengaku menginisiasi budidaya Aloevera inisiasi sejak 2014 dengan keyakinan tanaman ini cocok dan punya nilai ekonomis yang tinggi untuk
industri farmasi, kosmetik, kuliner, dan lainnya.
“Saya pilih budidaya dan olahan makanan minuman dari Aloevera,” ucapnya.
Kini, agro bisnis yang dikembangkan Alan telah sukses dengan jumlah petani mitra sudah lebih dari 100 orang.
Tak hanya di Gunung Kidul, mitra juga berasal dari Bantul, Sleman, bahkan Klaten. Setiap hari terkumpul sebanyak 500–700 kilogram.
Alan Efendhi mengolah Aloevera diolah menjadi minuman (Aloe Liquid), keripik (Keripik Aloe Vera) dan manisan (Nata de Aloe Vera).
Alan juga merasa bersyukur karena mendapat Apresiasi SATU Indonesia Awards 2023 dari Astra sehingga dirinya menjadi lebih terkenal.
“Banyak diwawancara dan diberitakan media, sehingga usaha saya menjadi lebih terpercaya,” katanya.
(Aak)











