BANDUNG,TM.ID: Chatbots AI yang didukung AI saat ini berkembang pesat sehingga tidak lagi terbatas pada perusahaan teknologi atau perusahaan Fortune 500. Banyak pemilik bisnis, organisasi, bahkan individu, sekarang mengakui keuntungan Google Bard dan yang serupa, tanpa memandang ukuran atau kompleksitasnya. Dalam artikel ini, kami akan membahas secara rinci keuntungan Google Bard yang membuatnya unggul dalam industri chatbot AI.
Apa sebenarnya Google Bard?
Sebelum membahas manfaat dan kekurangan Google Bard, mari kita pelajari apa itu Google Bard dan bagaimana itu berfungsi. Google Bard adalah chatbot kecerdasan buatan yang dibangun berdasarkan model bahasa Besar (LLM) dan LaMDA—Model Bahasa untuk Aplikasi Dialog. Ini mirip dengan ChatGPT, yang merupakan transformator generasi pra-terlatih dari industri AI Chatbot.
Google Bard, sebuah bot AI, memungkinkan pengguna berinteraksi dengan alat ini layaknya berbicara dengan manusia. Dia dilatih dalam berbagai data dan mampu memberikan informasi yang menyeluruh, menjawab pertanyaan dan permintaan, dan menghasilkan teks dan gambar dengan kualitas yang mirip dengan manusia. Selain itu, dia dapat diintegrasikan ke berbagai situs web, aplikasi, dan platform perpesanan, menjadikannya alat yang sangat fleksibel.
Keunggulan Signifikan Google Bard
1. Dibangun pada Model Canggih (PaLM2)
Salah satu keunggulan utama Google Bard adalah model mutakhir yang menjadi dasar sistem ini, yaitu PaLM2. Model ini sangat canggih dengan kemampuan multibahasa, pemecahan masalah, serta pengembangan kode. Bard terlatih pada berbagai data, termasuk kode sumber dari repositori sumber terbuka, artikel Wikipedia, percakapan media sosial, buku, dan berita. Model ini memberikan kemampuan generatif yang kuat serta kemampuan pemecahan masalah yang membuat Bard unggul.
2. Respons Percakapan Seperti Manusia
Keunggulan lain dari Google Bard adalah kemampuannya untuk memahami perintah yang ada melalui teks dengan menggunakan pemrosesan bahasa alami. Bard mampu menjawab pertanyaan dan instruksi dengan cara yang mirip manusia, menciptakan percakapan yang lebih bermakna.
3. Potensi Generatif Spesifik
Google Bard juga terkenal dengan kemampuannya menghasilkan teks dalam beragam gaya dan format. Ini termasuk artikel berita, surat, posting blog, esai, pesan email, dan bahkan penulisan kreatif. Bard juga mampu menghasilkan dan men-debug kode dalam berbagai bahasa pemrograman.
4. Menyediakan Informasi Real-time dan Akses Internet
Google Bard memiliki keunggulan dalam menyediakan informasi terkini dari web dengan menggunakan pencarian Google. Ini sangat bermanfaat bagi peneliti atau siapa pun yang membutuhkan informasi aktual dalam berbagai topik dan disiplin ilmu.
5. Ekstensi Melalui Plugin
Google Bard dapat melalui berbagai plugin, yang memungkinkan pengguna mengontrol streaming, menonton video dalam antarmuka obrolan yang sama, membuat rekomendasi pemesanan, atau menghasilkan gambar menggunakan perintah. Ini meningkatkan fleksibilitas dan kustomisasi penggunaan Google Bard.
6. Mudah digunakan
Bard memiliki antarmuka yang ramah pengguna, yang memudahkan pengguna untuk memahami dan menggunakannya. Ini memungkinkan pengguna Google untuk secara alami beradaptasi dengan alat ini dan mengintegrasikannya dengan produk dan layanan Google.
7. Kapasitas Terjemahan
Google Bard memiliki kemampuan untuk menerjemahkan lebih dari 100 bahasa, membantu memfasilitasi komunikasi lintas bahasa dan pemahaman konten dalam berbagai bahasa.
8. Kompatibel dengan Perintah Suara
Google Bard mampu memproses perintah suara, memberikan pengguna pengalaman yang lebih interaktif dan cepat dalam berkomunikasi dengan alat ini.
BACA JUGA : Biar Setara ChatGPT Milik OpenAI, Google Bard Siapkan 2 Fitur Teranyar
Kekurangan Google Bard
Meskipun memiliki sejumlah keunggulan yang signifikan, Google Bard juga memiliki beberapa kekurangan yang harus ada pertimbangan:
1. Bias, Tidak Akurat, dan Ambiguitas
Google Bard mungkin memberikan informasi yang tidak akurat atau bersifat bias karena terlatih pada data yang mungkin juga mengandung bias. Terkadang, informasi yang ada bisa membingungkan atau tidak jelas.
2. Terbatas dalam Kreativitas
Bard mungkin cenderung menghasilkan respons yang kurang kreatif dan seringkali terasa repetitif, kurang orisinalitas dalam menghasilkan teks.
3. Tidak Menyediakan Sumber
Salah satu kelemahan utama Google Bard adalah ketidakmampuannya untuk mengutip atau memberikan tautan ke sumber informasi yang ada. Hal ini membuatnya kurang cocok untuk tujuan penelitian yang memerlukan sumber yang dapat terpercaya.
4. Inkonsistensi dalam Tanggapan
Google Bard mungkin memberikan respons yang tidak konsisten dalam berbagai situasi, terkadang tidak mampu memahami konteks pertanyaan dengan baik.
5. Potensi Generatif yang Terbatas
Meskipun memiliki kemampuan generatif yang baik, Google Bard dari dunia AI Chatbot masih terbatas dalam menghasilkan konten berdurasi panjang, seperti artikel panjang atau karya fiksi yang mendetail.
(Hafidah/Usamah)