Kerugian Kerusakan Fasilitas Umum Pasca Demo Bandung Capai Rp 1 Miliar

kerusakan demo bandung
(doc.Dishub Bandung)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kerusakan fasilitas umum akibat kebakaran saat aksi demonstrasi pada akhir Agustus 2025 mengakibatkan kerugian lebih dari Rp1 miliar.

Pemkot Bandung pun belum bisa memperbaiki berbagai kerusakan terutama penerangan jalan umum (PJU) serta CCTV hingga kondisi keamanan kondusif.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, perbaikan sejumlah fasilitas umum hingga kini masih tertunda seperti di depan Museum Geologi dan RRI Jalan Diponegoro.

Rasdian khawatir jika hal tersebut diperbaiki saat ini akan dirusak kembali ketika adanya demo susulan.

“Ya, nanti kita lakukan perbaikan, terutama di Halte Geologi dan Halte RRI. Tapi kita tunggu situasi dan kondisi aman baru bisa ditindaklanjuti,” ujar Rasdian di Balai Kota Bandung, Selasa (9/9/2025).

Selain halte, sejumlah sarana dan prasarana lain juga mengalami kerusakan, di antaranya lampu penerangan jalan umum (PJU), baik tipe klasik maupun biasa.

Bahkan rambu-rambu lalu lintas pun paling banyak dirusak oleh massa saat terjadi kericuhan pada akhir Agustus kemarin.

“Rambu-rambu yang jatuh dan rusak juga akan diperbaiki. Semua material dan perlengkapan sudah disiapkan di kantor Dishub, tinggal menunggu koordinasi dengan instansi terkait,” beber Rasdian.

Baca Juga:

Demo Bandung Memanas, Massa Bakar Rumah Dekat DPRD Jabar 

Pasca Demo Ricuh, Sisa Puing dan Bau Gas Air Mata Masih Tercium di Pusat Kota Bandung

Rasdian menuturkan, kerusakan paling parah terjadi di tiga persimpangan besar, yakni Simpang Sulanjana, Simpang Cikapayang–Dago, dan Simpang Cilamaya yang mengalami kerusakan total hingga 100 persen.

“Kerugian materiil lebih dari Rp1 miliar. Yang rusak itu antara lain CCTV, perangkat komunikasi data, serta kontroler yang saling terhubung dalam satu sistem,” ujar Rasdian.

Akibat kerusakan tersebut, sistem Area Traffic Control System (ATCS) tidak dapat berfungsi di kawasan utara Bandung, terutama dari Sulanjana, Cikapayang–Dago hingga Pasteur.

Saat ini pun alur lalu lintas di area tersebut dilakukan secara manual oleh petugas di lapangan.

“Itu kan terhubung dengan ATCS kita. Karena kameranya rusak, jadi ATCS tidak bisa memonitor lalu lintas. Untuk perbaikan diperkirakan butuh waktu sekitar tiga minggu, karena satu persimpangan saja bisa memakan waktu satu minggu pengerjaan,” kata Rasdian.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City