JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan nilai kerugian akibat rangkaian bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut telah mencapai Rp 59,82 miliar.
Perhitungan tersebut disusun berdasarkan pendataan terbaru yang diterima BPBD hingga Minggu malam, 30 November 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono menjelaskan, bahwa rekapitulasi itu berasal dari laporan berbagai organisasi perangkat daerah yang terlibat dalam penanganan bencana.
Ia menegaskan, bahwa pendataan dilakukan secara berlapis untuk memastikan keakuratan informasi di lapangan.
“Ini data yang dihimpun oleh organisasi perangkat daerah yang kita terima,” kata dia, melansir Antara (1/12/2025).
Kerusakan paling signifikan muncul pada pemukiman penduduk. Tercatat ratusan rumah mengalami tingkat kerusakan berbeda, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat, dengan nilai kerugian mencapai Rp 18,77 miliar. Kondisi ini membuat banyak warga terpaksa mengungsi sementara menunggu proses asesmen lanjutan.
Sektor pendidikan ikut terdampak cukup serius. Sebanyak 88 bangunan sekolah dilaporkan rusak, dengan total estimasi kerugian mencapai Rp 3,08 miliar.
Selain itu, fasilitas pertanian juga ikut tergerus bencana. Lahan seluas lebih dari 829 hektare mengalami kerusakan, ditambah kerusakan pada 11 titik irigasi dan ribuan ternak yang hilang atau mati. Jika digabungkan, nilai kerugian sektor tersebut mencapai Rp 12,31 miliar.
Infrastruktur publik tidak luput dari dampak. Jalan sepanjang hampir tiga kilometer mengalami kerusakan, begitu pula empat jembatan dan sejumlah sarana pendukung lainnya. Total kerugian di sektor ini ditaksir mencapai Rp 24,23 miliar.
Pada waktu yang sama, sektor perikanan mencatat kerugian Rp 1,41 miliar akibat kematian bibit ikan dan indukan di sejumlah kolam budidaya.
Rahmat menambahkan bahwa pendataan masih berlangsung, terutama untuk rumah ibadah yang belum seluruhnya terverifikasi.
Ia menegaskan bahwa seluruh data akan menjadi dasar untuk penanganan lanjutan dan pengajuan bantuan ke tingkat provinsi maupun pusat.
Baca Juga:
Tinjau Pengungsian Banjir Tapanuli, Prabowo Disambut Korban yang Masih Syok
Banjir Sumetara Dipenuhi Kayu Gelondongan, DPR Bakal Panggil Menhut!
Rangkaian bencana yang melanda Agam sejak 19 hingga 28 November 2025 mencakup banjir bandang, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga angin kencang.
Bencana tersebut tersebar di 16 kecamatan dan menimbulkan dampak kemanusiaan sangat besar. Sebanyak 120 warga dilaporkan meninggal, dengan korban terbanyak berasal dari Kecamatan Palembayan.
Hingga laporan diterima, masih ada 74 warga yang belum ditemukan. Upaya pencarian akan kembali dilanjutkan pada Senin pagi dengan melibatkan BPBD, Basarnas, TNI, Polri, Satpol PP, damkar, PMI, serta relawan. Proses penyisiran juga dibantu anjing pelacak K9 untuk mempercepat penemuan korban.
Sementara itu, puluhan warga yang mengalami luka masih menjalani perawatan di RSUD Lubuk Basung, dan satu orang dirujuk ke RSUP M Djamil Padang.
(Dist)


