BANTEN, TM.ID: Salah satu kerabat Ulama sepuh Banten Abuya KH Ahmad Muhtadi Dimyati atau Abuya Muhtadi, menuntut Wakil Koordinator Nasional Barisan Relawan Ganjar-Budi (Begawan), Nur Susani Azhari.
Ahmad Dodo Baidlowi selaku kerabat Abuya Muhtadi, meminta kepada relawan Ganjar-Budi untuk tidak mencantumkan nama ulama sepuh Banten tersebut sebagai kampanye politik.
“Bahwa pihak Keluarga Besar bani Jasir (Kakek dari Abuya Muhtadi) menyesali adanya upaya politik praktis yang dilakukan untuk menggalang suara dalam perebutan jabatan wakil presiden,” kata Ahmad Dodo dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (12/5/2023).
BACA JUGA: PPP Akan Tetap Ajukan Sandiaga Uno Sebagai Cawapres Ganjar Pranowo
Ahmad Dodo yang sekaligus sebagai Ketua Umum Harmoni Muslim Nusantara menekankan, sangat tak etis jika seorang Ulama sepuh dijadikan sarana politik oleh oknum parpol.
“Saya Ahmad Dodo Baidlowi yang juga Ketua Umum Harmoni Muslim Nusantara menyesali perbuatan oknum yang menurut saya tidak pantas menjadikan Ulama Sepuh sebagai kendaraan politik praktis demi mendapatkan perhatian dari Parpol,” ujar Ahmad Dodo.
Dia tak meragukan keluarganya, yang kerap bekerjasama dengan Badan Intelejen Negara (BIN) yang dipimpin oleh Budi Gunawan. Namun, untuk menjaga nama baik keluarga, dia merasa kecewa oleh ulah relawan Begawan.
“Saya merasa kecewa dengan ulah relawan Begawan yang menurut kami tidak beradab terhadap seorang Ulama Sepuh,” ungkap Ahmad Dodo.
Dengan ini, pihak keluarga melalui Ahmad Dodo mendesak permintaan maaf yang dilakukan oleh relawan tersebut secara tertulis.
“Dengan ini berharap kepada koordinator nasional begawan untuk meminta maaf atas tindakannya secara tertulis,” tandasnya.
BACA JUGA: Prabowo Sebut Ganjar dan Anies Putra Terbaik Bangsa
(Saepul/Dist)