Kenapa Paskah Identik dengan Telur dan Kelinci? Ini Sejarahnya

telur paskah
Ilustrasi. (Freepik)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Setiap tahun perayaan Paskah selalu identik dengan suasana penuh warna dengan telur hias, cokelat manis, hingga sosok kelinci yang menggemaskan.

Namun di balik nuansa ceria tersebut, Paskah sejatinya merupakan momen sakral bagi umat Kristen untuk memperingati kebangkitan Yesus Kristus.

Lalu, bagaimana bisa simbol seperti telur dan kelinci yang tidak memiliki kaitan langsung dengan kisah religius justru menjadi ikon utama?

Dari Tradisi Suci ke Perpaduan Budaya

Seiring penyebaran agama Kristen ke berbagai wilayah, terutama Eropa, perayaan Paskah mulai berinteraksi dengan budaya lokal yang sudah lebih dulu eksis.

Salah satu yang paling berpengaruh adalah tradisi musim semi yang merupakan periode yang identik dengan kehidupan baru, kesuburan, dan harapan.

Dari sinilah simbol-simbol seperti telur dan kelinci mulai masuk dan melekat dalam perayaan Paskah, menciptakan perpaduan antara nilai religius dan budaya kuno.

Kelinci Paskah, Dari Simbol Kesuburan hingga Cerita Rakyat

Meski secara logika kelinci tidak bertelur, hewan ini justru menjadi ikon penting dalam Paskah.

Akar sejarahnya diyakini berasal dari tradisi pagan di Eropa, khususnya Jerman. Kelinci atau lebih tepatnya jenis hare yang dikenal memiliki kemampuan berkembang biak yang sangat cepat. Hal ini membuatnya dianggap sebagai simbol kesuburan dan kehidupan baru.

Beberapa kisah juga mengaitkan kelinci dengan Eostre, dewi musim semi dalam kepercayaan Anglo-Saxon.

Dalam perkembangan selanjutnya, muncul sosok Osterhase si kelinci Paskah yang dipercaya membawa telur sebagai hadiah untuk anak-anak yang berperilaku baik.

Tradisi ini kemudian menyebar ke Amerika melalui imigran Jerman dan akhirnya menjadi fenomena global.

Telur Paskah, Simbol Kehidupan Baru

Jika kelinci melambangkan kesuburan, telur memiliki makna yang tak kalah dalam.

Dalam banyak budaya kuno seperti Mesir, Persia, dan Romawi, telur sudah lama dianggap sebagai simbol kehidupan dan kelahiran kembali.

Dalam konteks Kristen, telur dimaknai lebih dalam: cangkang kerasnya melambangkan makam, sementara pecahnya telur menjadi simbol kebangkitan dan kehidupan baru.

Tradisi menghias telur juga memiliki latar belakang praktis. Pada masa lalu, umat Kristen menjalani masa puasa panjang sebelum Paskah dan tidak diperbolehkan mengonsumsi telur.

Telur yang terkumpul kemudian direbus, dihias, dan disajikan saat Paskah sebagai tanda berakhirnya masa pantang.

Dari Ritual ke Tradisi Keluarga Modern

Seiring waktu, tradisi Paskah berkembang menjadi lebih luas dan meriah.

Telur tidak lagi sekadar direbus dan dihias, tetapi juga dibuat dari cokelat dengan berbagai bentuk menarik. Kelinci pun hadir dalam bentuk karakter lucu yang membawa permen dan hadiah.

Aktivitas seperti berburu telur (egg hunt) kini menjadi salah satu momen yang paling dinanti, terutama oleh anak-anak.

Baca Juga:

Liburan ke Jepang Makin Mahal dan Ribet Gegara Aturan Baru

Paspor Indonesia Kini Bebas Visa ke 88 Negara, Ini Daftarnya!

Makna yang Tetap Bertahan di Tengah Perubahan

Meski telah mengalami banyak transformasi dan sentuhan komersial, makna utama dari simbol Paskah tetap tidak berubah.

Telur masih menjadi lambang kehidupan baru dan harapan, sementara kelinci mencerminkan pertumbuhan dan kesuburan.

Pada akhirnya, Paskah bukan hanya tentang tradisi atau perayaan semata, tetapi juga refleksi tentang pembaruan diri dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City