BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui inovasi teknologi berbasis kecerdasan buatan. Tiga mahasiswa UI berhasil meraih juara pertama dalam ajang The 15th UI Studentpreneurs berkat pengembangan aplikasi bernama SmartMeet AI.
Tim pemenang terdiri dari Muhammad Ilham Arif Sirojuddin dari Program Studi Administrasi Keuangan dan Perbankan Program Pendidikan Vokasi UI, serta dua mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Niaga Fakultas Ilmu Administrasi UI, yakni Luthfi Ramadhan dan Wildan Firdaus.
Ilham mengaku tidak menyangka timnya mampu meraih posisi teratas dalam kompetisi tersebut mengingat banyaknya ide bisnis menarik dari peserta lain. Namun berkat kerja keras dan pengembangan konsep yang matang, SmartMeet AI akhirnya berhasil mencuri perhatian dewan juri.
Solusi Rapat Lebih Efisien
SmartMeet AI dikembangkan sebagai solusi digital untuk meningkatkan efektivitas rapat. Platform berbasis kecerdasan buatan ini dirancang untuk mengelola jalannya pertemuan secara lebih terstruktur melalui tiga tahapan utama, yaitu sebelum rapat (pre-meet), saat rapat berlangsung (in-meet), dan setelah rapat selesai (post-meet).
Dengan pendekatan tersebut, SmartMeet AI diharapkan mampu membantu organisasi atau perusahaan mengoptimalkan waktu rapat, menyusun agenda secara sistematis, serta merangkum hasil diskusi secara otomatis sehingga meningkatkan produktivitas kerja digital.
Baca Juga:
Fluviotion: Inovasi Mahasiswa ITB Atasi Krisis Air Bersih di Garut
Didukung Pembelajaran di Kampus
Kesuksesan tim ini tidak lepas dari dukungan pembelajaran di bangku kuliah. Berbagai mata kuliah seperti kewirausahaan, bisnis digital, hingga pemasaran digital memberikan bekal bagi mahasiswa untuk menyusun model bisnis, mengembangkan produk teknologi, serta merancang strategi promosi.
Kompetisi Diikuti Ratusan Tim
The 15th UI Studentpreneurs merupakan kompetisi kewirausahaan tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI. Tahun ini kompetisi mengusung tema “Momentum to Mastery: Pioneering Young Entrepreneurs Growth in the Age of Transition.”
Ajang tersebut berlangsung sekitar empat bulan dan diikuti sekitar 450 tim dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta melewati beberapa tahap seleksi mulai dari pengumpulan Business Model Canvas (BMC), proposal ide bisnis, hingga presentasi pitch deck di hadapan juri yang berasal dari kalangan venture capital dan praktisi industri.
Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Safrin Arifin, menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa tersebut. Ia menilai keberhasilan ini menunjukkan daya saing mahasiswa UI tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam inovasi teknologi dan kewirausahaan.
Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi serta menciptakan solusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.











