Kebijakan Karyawan Potong 3 Persen, Gaji Komite Tapera Capai Rp43 Juta!

gaji komite tapera
(Instagram/@srimulyani)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kebijakan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) sedang hangat menjadi perbincangan sejak beberapa hari terakhir.

Kontroversi mencuat usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang Tapera.

Kebijakan tersebut menuai banyak reaksi banyak pihak. Pasalnya, perusahaan wajib memotong gaji pekerja guna membayar iuran Tapera, bertujuan agar memiliki rumah pada masa mendatang.

BACA JUGA: Kritisi Kebijakan Pemerintah, Warganet: Setelah UKT Terbitlah Tapera!

Berdasarkan PP Nomor 21 Tahun 2024 mengatur bahwa iuran Tapera sebesar 3 persen dari gaji pekerja. Rinciannya, 2,5 persen ditanggung oleh pekerja dan 0,5 persen oleh perusahaan.

Kebijakan Tapera menambah daftar potongan gaji yang sudah ada, seperti pajak PPh Pasal 21, BPJS Kesehatan, dan BP Jamsostek.

Komite serta Besaran Gaji BP Tapera

BP Tapera dikelola oleh komite dan komisioner. Anggota komite terdiri dari pejabat negara seperti Menteri Keuangan, Menteri PUPR, dan Menteri Tenaga Kerja, serta profesional lainnya.

Komisioner BP Tapera saat ini adalah Heru Pudyo Nugroho, pejabat eselon dari Kementerian Keuangan.

Berdasarkan Perpres Nomor 9 Tahun 2023, Komite Tapera mendapatkan honorarium, insentif, dan manfaat tambahan lainnya. Besaran honorarium tertinggi adalah Rp 43,34 juta per bulan untuk anggota komite dari unsur profesional.

Ketua Komite yang berasal dari unsur menteri mendapatkan honor sebesar Rp 32,5 juta per bulan, sementara menteri lainnya mendapatkan Rp 29,25 juta per bulan.

Selain honorarium, anggota komite juga memperoleh tunjangan seperti THR, tunjangan transportasi, asuransi, dan tunjangan lainnya. Semua tunjangan ini diberikan setiap bulan, sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Perpres Nomor 9 Tahun 2023.

Insentif

Insentif yang diterima oleh komite dan komisioner bertujuan untuk meningkatkan kinerja mereka dalam mengelola program Tapera. Meskipun demikian, besaran insentif ini juga menjadi bahan perdebatan di kalangan publik.

Kebijakan iuran Tapera juga berdampak pada industri asuransi jiwa di Indonesia. Penambahan potongan gaji untuk iuran Tapera membuat pekerja harus lebih cermat dalam mengelola keuangan mereka, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi keputusan mereka dalam berasuransi.

Beberapa anggota DPR menyatakan bahwa pekerja tidak otomatis mendapatkan manfaat dari iuran Tapera. Mereka mengkritik aturan ini karena dianggap tidak terkaji dengan baik dan meminta pemerintah untuk meninjau ulang kebijakan tersebut.

 

(Saepul/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City