Kebijakan Bikin Gaduh, Warga Bandung Barat Antre Dapatkan Gas Melon

Warga Bandung Barat Antri Dapatkan Gas Melon
Ilustrasi-Antrian warga saat ingin Mendapatkan Gas 3 Kg (Istimewa)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG BARAT, TEROPONGMEDIA.ID — Kebijakan baru digagas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuat rakyat kebingungan karena Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg sulit didapat dari pengecer.

Meski tujuan dilarangnya eceran itu agar tepat sasaran, masyarakat tidak keberatan jika mereka harus beli di tingkat eceran dengan harga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Saya biasa beli di eceran itu Rp23 ribu, tapi nggak masalah karena jarak dari rumah dekat, kalau ke pangkalan atau agen memang lebih murah tetapi jaraknya jauh,”terang Nisa Nawaaira (29) warga Kampung Ngamprah Kaler, Desa/Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin 3 Februari 2025.

Menurut dia, kebijakan pemerintah pusat ini bikin gaduh dan sengsara masyarakat. Padahal, selama ini masyarakat tidak mengeluh jika harus membeli di tingkat eceran.

“Ada-ada saja, kebijakan itu boleh saja kalau muncul gejolak di penerima subsidi. Selama ini tidak ada masalah karena meski harga diatas HET masyarakat diuntungkan dengan lebih dekatnya gas ke rumah tangga,”terang dia.

BACA JUGA: Saat Gas LPG Melon Langka, Pemerintah Beberkan Sejumlah Alasan?

Dia menilai, langkah Bahlil yang menganggap kebijakan ini masalah kecil sudah keterlaluan. Presiden Prabowo seharusnya tak membiarkan Bahlil berbuat ugal-ugalan hingga malah mencoreng citra Prabowo yang selama dikenal pro rakyat.

“Kurang ajar itu (Bahlil) memang, rakyat sudah adem ayem malah bikin gaduh. Pak Presiden Prabowo harus segera bertindak,”katanya.

 

(Tri/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

5

Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian