JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Kebakaran melanda sebuah pabrik tahu di Jalan Masjid Darul Falah RT 05/010, Kelurahan Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Rabu (21/1/2026) dini hari.
Kobaran api memicu kepanikan warga sekitar karena cepat membesar dan berpotensi merambat ke bangunan lain yang berdekatan.
Menanggapi laporan warga, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan langsung mengerahkan 16 unit mobil pemadam kebakaran dengan kekuatan 70 personel ke lokasi kejadian.
“Setelah menerima informasi, kami langsung mengerahkan 16 unit mobil pemadam kebakaran beserta 70 personel ke lokasi untuk mencegah perambatan api ke bangunan lain,” kata Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (21/1/2026).
Laporan Masuk Saat Api Sudah Membesar
Asril menjelaskan, laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 00.28 WIB, saat api sudah dalam kondisi membesar. Bangunan pabrik tahu yang terbakar diketahui merupakan bangunan semi permanen dengan luas sekitar 700 meter persegi.
Kondisi bangunan yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar membuat api cepat menyebar ke hampir seluruh area produksi. Petugas pemadam langsung melakukan upaya pemadaman dan pelokalisiran untuk mencegah kebakaran menjalar ke permukiman warga di sekitarnya.
Api Berhasil Dilokalisir dalam Satu Jam
Setelah hampir satu jam berjibaku dengan api, petugas berhasil mengendalikan situasi. Api dilaporkan berhasil dilokalisir pada pukul 01.38 WIB, sebelum akhirnya dilakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.
Proses pemadaman secara keseluruhan dinyatakan selesai pada pukul 02.10 WIB.
“Petugas berhasil melokalisir api dan dilanjutkan dengan proses pendinginan. Pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 02.10,” ujar Asril.
Tidak Ada Korban Jiwa, Dugaan Penyebab Kebocoran Gas
Dalam peristiwa kebakaran tersebut, tidak terdapat korban jiwa. Namun, kerugian materiil diperkirakan cukup besar mengingat area produksi pabrik tahu terdampak hampir seluruhnya.
Asril mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu kebocoran gas yang terjadi saat proses memasak tahu.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Dugaan sementara, kebakaran disebabkan oleh kebocoran gas saat proses memasak,” jelasnya.
Pihak Gulkarmat masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, termasuk memeriksa instalasi gas dan peralatan dapur yang digunakan di pabrik tersebut.
Baca Juga:
Viral Masjid Baret Merah di Cisarua Bandung, Ramai Diserbu Warga
Karhutla 9 Hektare di Aceh Barat Timbulkan Asap Pekat, Picu Infeksi Saluran Pernapasan Akut
Api Berasal dari Kompor Penggorengan
Seorang warga setempat bernama Fidya menuturkan, api pertama kali muncul dari salah satu kompor penggorengan tahu. Menurutnya, api tiba-tiba membesar dan sulit dikendalikan.
“Api dari salah satu kompor saat menggoreng tahu. Tiba-tiba apinya besar,” kata Fidya.
Upaya pemadaman awal sempat dilakukan oleh warga dengan menggunakan air dan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, api justru semakin membesar.
“Awalnya mau dipadamkan dengan air, tapi apinya malah makin besar. Kami juga coba pakai APAR, tapi tidak berhasil,” ujarnya.
Warga Apresiasi Gerak Cepat Petugas Damkar
Karena api tak kunjung padam, warga akhirnya menghubungi petugas pemadam kebakaran. Fidya mengapresiasi respons cepat Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan yang segera tiba di lokasi.
“Alhamdulillah petugas cepat datang, jadi api tidak merambat ke bangunan lain,” katanya.
Hingga pagi hari, situasi di lokasi kebakaran dilaporkan sudah aman dan kondusif. Petugas mengimbau pelaku usaha makanan agar lebih memperhatikan keamanan instalasi gas guna mencegah kejadian serupa terulang.