ACEH, TEROPONGMEDIA.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, mulai menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat. Asap pekat akibat kebakaran yang telah meluas hingga sembilan hektare itu kini mengganggu aktivitas warga, terutama anak-anak usia sekolah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat mencatat, kebakaran terjadi di dua titik utama, yakni Desa Suak Raya dengan luas lahan terbakar sekitar enam hektare dan Dusun Ujong Beurasok, Desa Lapang, yang mencapai tiga hektare. Api yang telah berkobar sejak pekan lalu masih terus berpotensi meluas akibat cuaca panas dan tiupan angin kencang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, mengatakan kondisi tersebut menyebabkan kabut asap mulai dirasakan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran dan berisiko menimbulkan gangguan pernapasan.
“Partikel asap dari kebakaran lahan sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak. Kami khawatir jika tidak dilakukan langkah antisipasi, dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut,” ujarnya, kepada Wartawan, Selasa (20/12026).
Baca Juga:
Karhutla Kalsel Makin Parah, Penyakit ISPA Meningkat
Sebagai langkah perlindungan dini, BPBD Aceh Barat membagikan masker kepada siswa dan guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 8 Meulaboh yang berada di Desa Suak Raya. Selain pembagian masker, petugas juga memberikan edukasi kepada para murid mengenai bahaya kabut asap serta cara melindungi diri saat beraktivitas di luar ruangan.
Di sisi lain, upaya pemadaman api masih terus dilakukan oleh BPBD Aceh Barat dengan dukungan personel TNI, Polri, serta masyarakat setempat. Petugas harus bekerja ekstra karena api menjalar perlahan di beberapa titik yang sulit dijangkau.
Ratusan masker yang dibagikan kepada siswa dan tenaga pendidik tersebut berasal dari bantuan Dinas Kesehatan Aceh Barat yang dialokasikan khusus untuk penanganan dampak karhutla.
“Kesehatan anak-anak menjadi prioritas utama. Kami ingin memastikan mereka tetap aman meskipun berada di lingkungan yang terdampak asap,” kata Teuku Ronal.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat mencatat, kebakaran terjadi di dua titik utama, yakni Desa Suak Raya dengan luas lahan terbakar sekitar enam hektare dan Dusun Ujong Beurasok, Desa Lapang, yang mencapai tiga hektare. Api yang telah berkobar sejak pekan lalu masih terus berpotensi meluas akibat cuaca panas dan tiupan angin kencang.




